Harga HP Naik Tajam, Momen Terbaik Beli Baru Disebut Sudah Lewat

Harga HP dan laptop sedang bergerak naik lebih cepat dari yang banyak orang bayangkan. Krisis kelangkaan chip memori global yang dipicu ledakan AI ikut mendorong kenaikan itu, dan efeknya mulai terasa di perangkat konsumen.

Bagi pembeli yang masih menunggu diskon besar, sinyal dari industri justru kurang menggembirakan. CEO Nothing, Carl Pei, menilai waktu terbaik membeli HP baru sudah lewat, karena harga komponen yang naik tajam membuat ruang diskon makin sempit.

AI mengubah arah pasar chip memori

Pei mengatakan tren komponen smartphone yang selama ini cenderung makin murah tiap tahun sudah berakhir. Menurut dia, permintaan chip untuk kebutuhan AI membuat produsen memori mengalihkan fokus dari perangkat elektronik konsumen ke data center dan infrastruktur AI.

Ia menjelaskan bahwa memori yang dipakai di smartphone kini juga sangat penting untuk data center AI. Karena itu, perusahaan hyperscaler mengamankan kapasitas wafer silikon bertahun-tahun sebelumnya untuk menopang ledakan AI, sementara pasokan untuk perangkat konsumen ikut tertekan.

Tekanan pasokan itu membuat harga perangkat bergerak naik lebih cepat. Pabrikan HP dan laptop disebut sudah mulai menyesuaikan harga jual di pasar, dan dampaknya tidak hanya terjadi pada satu merek.

Waktu terbaik beli HP baru disebut sudah lewat

Dalam unggahan di media sosial, Pei mengatakan waktu terbaik membeli HP baru adalah “kemarin”. Ia menegaskan bahwa waktu terbaik berikutnya adalah saat ini, karena periode diskon tahun ini tidak akan sebesar sebelumnya.

Pernyataan itu muncul karena harga komponen yang naik tajam telah mengubah kalkulasi industri. Pei menilai konsumen akan makin sulit menemukan penawaran yang benar-benar murah jika menunggu terlalu lama.

Menurut estimasi Pei, produsen HP kemungkinan harus mengambil dua pilihan yang sama-sama tidak nyaman. Mereka bisa menaikkan harga jual sekitar 30% atau lebih dalam beberapa kasus, atau menurunkan spesifikasi perangkat untuk menjaga harga tetap kompetitif.

Segmen entry-level dan mid-range paling tertekan

Dampak paling besar diperkirakan menghantam HP kelas bawah dan kelas menengah. Pei menilai segmen entry-level dan mid-range akan “tenggelam” hingga lebih dari 20%, sehingga tekanan harga pada kelas ini bisa terasa lebih cepat dibanding kelas premium.

Nothing juga bersiap menghadapi situasi serupa. Pei mengatakan perusahaannya akan menaikkan harga jual di berbagai portofolio produk seiring upaya meluncurkan model baru.

Efek domino merembet ke laptop, konsol, dan game

Tekanan harga tidak berhenti di pasar HP. Konsol genggam Steam Deck dari Valve sempat kehabisan stok dan kemudian kembali hadir dengan kenaikan harga yang signifikan.

Steam Machine yang akan datang juga disebut mengalami beberapa penundaan akibat kekurangan RAM. Di sisi lain, beredar laporan bahwa kekurangan komponen ini dapat mendorong kenaikan harga Nintendo Switch 2 dan menunda perilisan PS6.

Perusahaan riset pasar TrendForce memperkirakan beban biaya itu akan tetap terasa sepanjang 2026. Menurut proyeksi mereka, konsumen bakal membayar 15% lebih mahal untuk laptop dan 10% lebih mahal untuk smartphone.

Kelangkaan chip diprediksi panjang

Kepala SK Hynix, produsen chip memori DRAM asal Korea Selatan, memperkirakan kelangkaan chip memori akan berlangsung hingga 2030. Prediksi itu memperkuat pandangan bahwa tekanan harga bukan sekadar gangguan jangka pendek.

Dengan pasokan yang ketat dan permintaan AI yang terus membesar, konsumen kemungkinan akan menghadapi harga HP baru yang lebih tinggi dalam waktu lama. Situasi ini membuat keputusan membeli sekarang, bukan menunda, menjadi pilihan yang makin masuk akal bagi banyak calon pembeli.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait