Honda Super One mulai menarik perhatian karena berpeluang menjadi mobil listrik pertama PT Honda Prospect Motor yang dijual massal di Indonesia. Isyarat kehadirannya juga makin kuat setelah sebuah unit terlihat diuji jalan meski masih memakai kamuflase.
Yang paling disorot publik saat ini bukan hanya soal kemunculannya, tetapi juga perkiraan harganya. Dari data registrasi dan banderol di Jepang, model ini mulai dibaca akan masuk ke kelas mobil listrik ringkas dengan posisi harga yang cukup kompetitif.
Harga Indonesia belum diumumkan
Honda belum membuka harga resmi Super One untuk pasar Indonesia. Namun, di laman Samsat PKB Jakarta, mobil yang diduga sebagai model tersebut tercatat dengan kode JC6 A EV ZZE dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor atau NJKB sebesar Rp 257 jutaan.
NJKB tidak bisa dijadikan harga jual akhir secara langsung. Meski begitu, angka itu memberi gambaran awal bahwa banderol resminya berpotensi berada di rentang Rp 300 juta sampai Rp 400 jutaan jika benar dipasarkan di Indonesia.
Akan bersaing di kelas yang sudah padat
Jika harga itu benar terjadi, Honda Super One akan masuk ke segmen yang berdekatan dengan BYD Atto 1 dan Wuling BinguoEV. Dua model itu sudah lebih dulu membentuk peta persaingan di kelas mobil listrik kecil.
BYD Atto 1 tipe terendah ditawarkan di Rp 199 juta. Sementara Wuling BinguoEV dibuka mulai Rp 363 jutaan on the road Jakarta, sehingga Super One berpotensi berada di tengah-tengah rentang tersebut.
Petunjuk dari Jepang memperkuat estimasi
Sinyal lain datang dari Jepang, tempat Honda Super One sudah meluncur menjelang akhir Mei 2026. Di negara asalnya, mobil ini dipasarkan dengan harga 3.390.200 yen.
Jika memakai angka itu sebagai acuan, nilainya setara sekitar Rp 382,2 jutaan. Posisi tersebut sejalan dengan perkiraan harga di Indonesia yang diperkirakan berada di kisaran Rp 300 juta sampai Rp 400 jutaan.
Spesifikasi awal yang sudah terbuka
Dari sisi teknis, Honda Super One menggunakan baterai berkapasitas 29,6 kWh. Honda mengklaim mobil ini memiliki daya jelajah 274 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar WLTC.
Sebagai pembanding, Wuling BinguoEV varian long range membawa baterai 31,9 kWh. Klaim jarak tempuhnya lebih jauh, yaitu 333 kilometer, sehingga Super One tidak tampil paling unggul di atas kertas untuk aspek jarak tempuh.
Lebih penting dari sekadar harga
Kehadiran Super One dinilai bisa membuat persaingan mobil listrik di Indonesia semakin ramai. Dampaknya disebut bisa terasa lebih besar di kalangan merek otomotif Jepang, karena porsi mobil listrik buatan Negeri Sakura masih lebih kecil dibanding produk asal Tiongkok.
Di titik itu, Honda Super One bukan hanya menarik karena banderolnya yang diperkirakan mulai Rp 300 jutaan. Model ini juga berpotensi menjadi langkah strategis Honda untuk masuk lebih agresif ke pasar mobil listrik yang kian padat dan semakin terbuka untuk pemain baru.
Source: otomotif.katadata.co.id






