Pertamina menyesuaikan harga BBM non-subsidi per 18 April, dan perubahan paling mencolok terjadi pada produk diesel serta bensin performa tinggi. Kenaikan ini membuat Dexlite dan Pertamina Dex menembus Rp23 ribuan per liter, sementara Pertamax Turbo 98 ikut naik ke level yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Berdasarkan pembaruan di situs mypertamina.id, Pertamax Turbo 98 kini dibanderol Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Pada saat yang sama, Dexlite tercatat Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex berada di Rp23.900 per liter.
Lonjakan terbesar berada di diesel
Kenaikan harga di lini diesel menjadi perhatian utama karena selisihnya cukup lebar dibanding tarif sebelumnya. Dexlite dan Pertamina Dex sama-sama naik tajam dan mendorong biaya penggunaan kendaraan diesel menjadi lebih mahal.
Jika dilihat dari angka yang tercantum, selisih harga antara Dexlite dan Pertamina Dex hanya Rp300 per liter. Namun, keduanya sama-sama melonjak Rp9.400 per liter dari level sebelumnya, sehingga penyesuaian ini terasa langsung bagi pengguna yang rutin mengisi tangki.
Perubahan tersebut juga menempatkan Pertamina Dex sebagai produk dengan harga tertinggi di daftar yang disebutkan. Di sisi lain, Pertamax Turbo 98 tetap menjadi salah satu bensin non-subsidi dengan tarif paling mahal.
Daftar harga BBM Pertamina per 18 April
Pembaruan harga yang tercantum di mypertamina.id menampilkan sejumlah produk BBM dengan harga sebagai berikut.
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax 92: Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo 98: Rp19.400 per liter
- Bio Solar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp23.600 per liter
- Pertamina Dex: Rp23.900 per liter
Deretan harga itu menunjukkan bahwa rentang tarif BBM Pertamina masih cukup lebar. Konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan mesin dan kemampuan anggaran, terutama saat harga produk premium bergerak naik.
Dampak langsung bagi pengguna kendaraan
Penyesuaian harga BBM non-subsidi biasanya langsung terasa pada biaya operasional harian. Pemilik kendaraan pribadi yang selama ini memakai Pertamax Turbo, Dexlite, atau Pertamina Dex perlu menyesuaikan kembali pengeluaran bahan bakar.
Kondisi ini juga membuat konsumen lebih cermat membaca informasi resmi sebelum membeli BBM. Perubahan harga yang terjadi di SPBU Pertamina memperlihatkan bahwa segmen non-subsidi dapat bergerak dinamis sesuai kebijakan penyesuaian yang diberlakukan perusahaan.
Bagi pengguna kendaraan diesel, lonjakan harga Dexlite dan Pertamina Dex menjadi perhatian terbesar karena produk tersebut memang banyak dipilih untuk kebutuhan mesin tertentu. Ketika harga naik hingga ke kisaran Rp23 ribuan per liter, beban pengisian bahan bakar ikut meningkat dan berpotensi memengaruhi pola pemakaian harian.
Tarif lain masih lebih rendah
Di tengah lonjakan pada produk premium dan diesel, beberapa jenis BBM lain masih berada di level yang lebih rendah. Pertalite tetap tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax 92 berada di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter.
Perbedaan harga ini memberi ruang pilihan yang lebih luas bagi pengguna kendaraan. Namun, bagi konsumen yang membutuhkan BBM dengan spesifikasi lebih tinggi, tarif terbaru Pertamina menjadi faktor penting dalam menyusun ulang biaya transportasi sehari-hari.
