Hana Bank langsung tancap gas di awal 2026 dengan membukukan laba bersih Rp200,78 miliar pada kuartal I/2026. Capaian itu tumbuh 23,84% secara tahunan dan membuat bank tersebut sudah mengamankan sekitar 30,88% dari target laba bersih setahun penuh.
Direktur Branch Business Hana Bank Hendri Setiawan menyampaikan pencapaian itu dalam paparan Media Gathering Hana Bank di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Ia menyebut kinerja awal tahun ini sudah melampaui Rp200 miliar dan menjadi modal penting untuk mengejar sasaran 2026.
Aset dan kredit ikut bergerak naik
Di luar laba, Hana Bank juga mencatat pertumbuhan aset 5,64% year on year menjadi Rp54,60 triliun hingga Maret 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, total aset bank masih berada di level Rp51,68 triliun.
Penyaluran kredit turut meningkat 3,63% secara tahunan menjadi Rp39,67 triliun pada kuartal I/2026. Angka itu naik dari Rp38,38 triliun pada kuartal I/2025.
Kombinasi kenaikan aset dan kredit menunjukkan ruang ekspansi bisnis masih terbuka. Di saat yang sama, bank tetap dituntut menjaga kualitas portofolio agar pertumbuhan tidak mengorbankan kehati-hatian.
Kualitas aset masih terjaga
Dari sisi risiko, kualitas kredit Hana Bank masih terlihat terkendali. Rasio Non Performing Loan atau NPL gross tercatat 0,72%, sedangkan NPL nett berada di 0,27%.
Angka tersebut menandakan beban kredit bermasalah masih rendah. Kondisi itu penting bagi bank yang ingin menjaga pertumbuhan intermediasi tetap sehat sepanjang tahun.
DPK tumbuh lebih cepat dari kredit
Dana pihak ketiga atau DPK Hana Bank mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan kredit. Hingga Maret 2026, DPK naik 11,78% year on year menjadi Rp30,83 triliun dari Rp27,58 triliun pada kuartal I/2025.
Hendri mengatakan pertumbuhan DPK pada kuartal I/2026 terutama ditopang simpanan deposito. Struktur pendanaan ini membantu bank memperkuat sumber dana untuk menopang aktivitas intermediasi.
Modal masih sangat kuat
Ketahanan permodalan Hana Bank juga berada di level solid. Capital Adequacy Ratio atau CAR tercatat 27,05%, lebih tinggi dari CAR perbankan nasional yang sebesar 25,09%.
Posisi modal yang kuat memberi bantalan bagi bank untuk menyerap potensi risiko dan menjaga pertumbuhan usaha. Di saat yang sama, modal yang tebal juga mendukung ruang ekspansi di tengah target bisnis yang masih menanjak.
Kejar target tahunan
Dengan hasil kuartal I/2026 yang sudah positif, Hana Bank tetap optimistis mengejar target sepanjang 2026. Perseroan membidik laba bersih Rp650,11 miliar, kredit Rp43,30 triliun, DPK Rp29,50 triliun, serta aset Rp56,65 miliar.
Untuk mencapai sasaran itu, Hana Bank akan terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan lewat jaringan kantor cabang. Hendri menegaskan fokus perseroan tetap pada pertumbuhan aset, peningkatan pendapatan operasional bruto, efisiensi, produktivitas, dan penguatan tata kelola di cabang.
Source: finansial.bisnis.com