Googlebook Bukan Lawan Biasa Windows, Perbedaan Os Dan AI Ini Ubah Cara Pakai Laptop

Googlebook mulai mencuri perhatian karena perangkat ini tidak tampil sebagai penantang biasa di pasar laptop. Arah yang terlihat justru berbeda dari laptop Windows, dengan fokus pada pengalaman yang lebih sederhana, terhubung ke ekosistem Google, dan mengandalkan AI.

Perangkat ini disebut sebagai penerus Pixelbook dan Chromebook, tetapi dengan identitas yang lebih tegas lewat desain mencolok dan sistem operasi baru buatan Google. Perbedaan itu membuat Googlebook lebih tepat dibaca sebagai laptop dengan pendekatan baru, bukan sekadar alternatif lain untuk Windows.

OS menjadi pembeda paling besar

Di sisi sistem operasi, Googlebook dikabarkan memakai Aluminium OS yang berfokus pada AI dan integrasi Gemini. OS ini juga disebut bisa memasang aplikasi Android dan punya antarmuka yang mirip Android, sehingga nuansanya terasa jauh dari laptop pada umumnya.

Laptop Windows tetap berjalan dengan Windows 8, 10, atau 11. Platform ini dikenal punya antarmuka yang mudah dipahami, ekosistem yang matang, serta dukungan aplikasi yang luas dari berbagai sumber.

Perbedaan sistem operasi itu langsung mengubah pengalaman pengguna. Googlebook tampak diarahkan untuk penggunaan yang lebih ringan dan terintegrasi, sedangkan laptop Windows tetap menawarkan fleksibilitas yang lebih besar untuk banyak kebutuhan.

Performa masih menyimpan banyak tanda tanya

Hingga kini belum ada informasi resmi tentang spesifikasi atau performa Googlebook. Artinya, kemampuan perangkat ini untuk menjalankan game, membuka aplikasi berat, atau melakukan rendering belum bisa dipastikan.

CNET menyebut Googlebook nantinya mendukung prosesor berbasis ARM atau x86. Opsi itu mencakup chip dari Qualcomm, Intel, atau MediaTek, tetapi detail finalnya masih belum dibuka.

Laptop Windows punya rekam jejak yang jauh lebih jelas di sisi performa. Laptop Rp5 jutaan saja sudah bisa menjalankan game ringan dan mengedit video 1080p, sementara perangkat kelas belasan hingga puluhan juta mampu memainkan game AAA dan rendering video 4K.

Desainnya ikut menunjukkan arah yang berbeda

Googlebook disebut membawa ciri visual unik lewat lampu LED memanjang bernama Glowbar. Elemen ini berada di bagian luar laptop, memakai warna pelangi, dan tidak hanya hadir sebagai hiasan.

Belum ada konfirmasi soal fungsi pastinya, tetapi Glowbar diperkirakan bisa dipakai sebagai LED notifikasi atau indikator baterai. Di luar itu, Googlebook tampaknya tetap memakai desain clamshell seperti laptop pada umumnya.

Laptop Windows jauh lebih beragam dalam desain. Ada model clamshell yang umum, ada yang super tipis dengan bobot di bawah 2 kilogram, ada laptop gaming yang tebal, dan ada juga convertible yang layarnya bisa ditekuk hingga dicopot.

Tujuan penggunaan juga tidak sama

Laptop Windows dikenal sebagai perangkat serbaguna yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik. Ada model bisnis yang menekankan baterai tahan lama dan keamanan tinggi, model gaming untuk performa tinggi, hingga model kantor yang tipis untuk mengolah data.

Googlebook tidak diarahkan sebagai perangkat dengan fleksibilitas tinggi. Berdasarkan keterangan di blog resmi Google, fungsi utamanya adalah memudahkan penggunaan melalui integrasi AI yang baik.

Pendekatan itu membuat Googlebook ditujukan untuk tugas sehari-hari seperti mengedit foto, membuka file, menulis email, dan melakukan kustomisasi dengan lebih mudah. Fokusnya bukan pada rentang penggunaan seluas laptop Windows, melainkan pada kemudahan akses dan penyederhanaan tugas.

Harga ikut memperlihatkan strategi yang berbeda

Laptop Windows hadir dalam rentang harga yang sangat lebar. Model entry level dengan Intel Celeron, Intel Core i3, atau Ryzen 3 mulai dari Rp4 juta hingga Rp5 jutaan, sedangkan kelas menengah dengan Intel Core i5 atau Ryzen 5 berada di kisaran Rp8 juta sampai Rp15 jutaan.

Di kelas atas, laptop Windows dengan Intel Core Ultra atau Ryzen AI bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu, Google belum memberi bocoran harga resmi Googlebook.

Jika melihat pola produk sebelumnya, Chromebook, Googlebook mungkin saja dijual sekitar 500 dolar AS atau sekitar Rp8 jutaan. Angka itu juga disebut sejalan dengan kehadiran MacBook Neo yang dipasarkan mulai 599 dolar AS atau sekitar Rp10 jutaan.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button