Google Home Tak Lagi Lemot, Respons Lampu Dan Colokan Kini Bisa Lebih Cepat 1,5 Detik

Google mulai membuat Google Home terasa jauh lebih gesit, terutama saat dipakai untuk tugas harian yang paling sering diulang. Respons kontrol rumah pintar kini dipercepat, dan sebagian besar pengguna disebut bisa merasakan peningkatan waktu respons hingga 1,5 detik saat menyalakan lampu atau mengatur smart plug.

Perubahan ini penting karena jeda antara perintah dan aksi selama ini menjadi salah satu keluhan utama di perangkat rumah pintar. Dalam penggunaan sehari-hari, selisih waktu sekecil apa pun bisa langsung terasa mengganggu ketika pengguna mengandalkan sistem yang semestinya berjalan mulus.

Respons lebih cepat, bukan hanya untuk lampu

Google menyebut percepatan itu lahir dari optimasi cara sistem memproses perintah perangkat dan tata letak rumah. Dampaknya tidak berhenti di kontrol lampu dan colokan pintar, karena perintah dasar seperti alarm, timer, dan pengingat juga disebut akan merespons lebih cepat.

Fokus pada kecepatan ini datang bersamaan dengan upaya menjaga keandalan. Google juga melakukan peningkatan untuk mengurangi error dan interupsi saat pengguna berinteraksi dengan Home.

Gemini yang sudah lebih dulu hadir di Google Home juga kembali disempurnakan. Sistem kini disebut lebih baik dalam mengenali apakah sebuah permintaan adalah perintah mandiri atau lanjutan dari percakapan sebelumnya.

Selain itu, Gemini juga dibuat lebih mampu mengabaikan bagian percakapan yang tidak relevan. Hasilnya, respons diharapkan lebih akurat dan tidak mudah melenceng dari maksud pengguna.

Rutinitas dan otomatisasi ikut dibenahi

Google menyebut rutinitas atau routines kini berjalan lebih mulus berkat optimasi tambahan. Bagi pengguna yang mengandalkan otomatisasi rumah, perbaikan seperti ini bisa sama pentingnya dengan percepatan respons perangkat.

Pembaruan ini sedang digulirkan di negara-negara yang didukung. Saat ini, dukungan bahasa mencakup Inggris, Prancis, dan Spanyol, sementara bahasa lain akan menyusul.

Meski begitu, ada batasan yang perlu dicatat. Fitur-fitur tersebut masih berada dalam tahap early access, sehingga belum tersedia untuk semua pengguna secara luas.

Aplikasi Home juga ikut berubah

Selain inti Google Home yang dibuat lebih cepat, pengalaman kamera di aplikasi juga diperbarui. Antarmuka kamera kini memakai dynamic theming dan menempatkan fitur penting agar lebih mudah ditemukan.

Untuk pelanggan paket Advanced di Google Home Premium, timeline kamera kini dilengkapi deskripsi AI. Fitur ini dibuat agar pengguna lebih mudah menelusuri riwayat dan mengenali momen penting dengan cepat.

Google juga menyempurnakan deskripsi kejadian dari AI pada kamera. Penjelasannya disebut lebih ringkas, lebih akurat, dan lebih mudah dibaca dalam sekali lihat.

Pencarian kamera di Ask Home juga dipercepat. Google menyebut hasil pencarian kini dimuat lebih cepat dibanding sebelumnya.

Menu pengaturan kamera ikut disederhanakan. Gemini for Home, familiar face detection, dan Activity Zones dibuat lebih mudah diakses dari pengaturan kamera.

Activity Zones juga disebut jauh lebih cepat untuk dikonfigurasi dan diperbarui. Sementara itu, event yang terlihat dan terdengar kini digabung dalam satu halaman agar pengaturan rekaman dan notifikasi lebih ringkas.

Kontrol perangkat dan media dibuat lebih praktis

Di sisi perangkat rumah pintar, Google menambahkan prompt relink akun secara instan pada halaman kontrol perangkat. Langkah ini dirancang untuk membantu pengguna memahami penyebab perangkat berstatus offline, terutama jika masalah berasal dari tautan partner yang kedaluwarsa.

Dengan perubahan itu, pengguna bisa mengetahui sumber masalah dan memperbaikinya lewat satu ketukan. Pendekatan ini juga bertujuan mengurangi kebingungan saat perangkat tiba-tiba tidak bisa dikendalikan.

Google turut memperluas pengalaman kontrol media baru untuk semua pengguna. Saat dipakai untuk cast musik dan video ke speaker pintar Google, smart display, Google TV Streamer, dan perangkat Cast lain, tampilan kontrol kini dibuat lebih kaya.

Album artwork kini tampil lebih menonjol, sementara akses ke kontrol pemutaran dan manajemen perangkat dibuat lebih baik. Perubahan ini tidak hanya menyentuh fungsi, tetapi juga membuat tampilan lebih nyaman digunakan.

Alat tambahan untuk diagnosa dan pengembang

Google juga menyiapkan Enhanced Diagnostics untuk membantu memahami masalah dengan lebih baik. Di sisi pengembang, Google Home Vitals akan diluncurkan untuk memberi wawasan tentang cara kerja alat mereka dan membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul pada pengguna.

Untuk layanan berbayar, Google menerapkan fitur Account Hold ketika pembayaran Home Premium gagal diproses. Dalam kondisi ini, data penting seperti video history, familiar faces, dan AI event descriptions tetap dipertahankan selama masa penangguhan.

Langkah itu memberi ruang bagi pengguna untuk menyelesaikan masalah pembayaran tanpa langsung kehilangan data penting di akun. Bagi pelanggan yang mengandalkan riwayat kamera dan fitur AI, kebijakan ini menjadi pelindung tambahan saat terjadi gangguan pembayaran.

Source: www.androidpolice.com
Terkait