Google Earth Buka Simulator Terbang Gratis di Browser, Jalan Santai Keliling Dunia

Google Earth kini punya cara baru untuk membuat pengguna menjelajahi dunia dari udara tanpa perlu instalasi tambahan. Simulator terbang gratis ini bisa langsung dijalankan lewat browser dan membuka pengalaman yang lebih santai dibanding simulator penerbangan pada umumnya.

Fitur tersebut menonjol bukan karena akurasinya yang ekstrem, melainkan karena kemudahan aksesnya. Pengguna bisa langsung melihat kota, pegunungan, atau daerah asal dari perspektif udara dengan memanfaatkan data peta dan lanskap 3D milik Google Earth.

Masuk langsung dari Google Earth versi web

Simulator terbang ini tersedia di Google Earth versi web. Untuk membukanya, pengguna perlu masuk ke Google Earth, memilih “Explore Earth” di kanan atas, masuk ke menu “Tools” di bagian atas, lalu memilih “Flight Simulator”.

Dari sana, pengguna dapat menerbangkan pesawat virtual melintasi wilayah yang sudah dipetakan Google. Fokusnya adalah eksplorasi kasual, bukan pelatihan penerbangan profesional dengan kontrol yang rumit.

Pendekatan ini membuat fitur tersebut ramah bagi pengguna umum yang ingin mencoba sensasi terbang tanpa harus mempelajari sistem yang kompleks. Google Earth juga menempatkannya sebagai pengalaman gratis yang bisa diakses dengan cepat dari browser.

Bukan simulator berat, tapi cukup untuk keliling visual

Google Earth tidak memosisikan fitur ini sebagai pesaing simulator penerbangan kelas berat. Fisika penerbangannya disederhanakan agar pengalaman terasa ringan dan mudah dipahami sejak awal.

Justru di situlah daya tarik utamanya bagi banyak orang. Pengguna bisa langsung melayang di atas lokasi yang akrab tanpa perlu membeli perangkat lunak khusus atau menyiapkan instalasi besar.

Karena berbasis web, pengalaman ini tetap bergantung pada browser dan koneksi internet. Tidak ada unduhan yang perlu dilakukan, tetapi tidak ada juga fleksibilitas lintas platform yang disebutkan di luar versi web.

Memakai kekuatan data 3D Google

Google Earth mengandalkan pemuatan dinamis selama perjalanan berlangsung. Gedung 3D dan citra beresolusi tinggi dimunculkan secara streaming saat pesawat virtual bergerak di atas wilayah tertentu.

Cara kerja ini membuat dunia virtual terasa luas dan terus berubah saat dijelajahi. Namun, sistem tersebut juga bisa memunculkan jeda pemuatan, terutama jika pengguna bergerak sangat cepat atau menggunakan koneksi dengan bandwidth rendah.

Dalam kondisi seperti itu, detail bangunan 3D atau citra tertentu bisa muncul terlambat. Meski begitu, fondasi data Google yang sangat luas tetap menjadi kekuatan utama pengalaman ini.

Selama bertahun-tahun, Google telah mengumpulkan data lanskap, kontur wilayah, dan bangunan 3D dari banyak tempat di dunia. Simulator terbang ini memanfaatkan fondasi itu untuk menghadirkan eksplorasi udara yang lebih nyata daripada peta datar biasa.

Hasilnya adalah pengalaman yang lebih cocok disebut alat eksplorasi visual. Bagi pengguna yang ingin melihat wilayah dari sudut pandang berbeda, fitur ini menawarkan cara yang ringan, gratis, dan mudah diakses hanya lewat browser.

Source: www.xda-developers.com

Terkait