Google Cloud Dan Avid Ubah Editing Video, AI Kini Mencari Arsip Dan Mengisi Timeline

Google Cloud dan Avid resmi memperluas kemitraan jangka panjang untuk membawa alat AI generatif dan agentic ke dalam proses penyuntingan video. Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat pencarian materi, produksi, dan pengelolaan arsip yang selama ini menyita banyak waktu di industri media.

Langkah itu diumumkan menjelang NAB Show di Las Vegas, saat kedua perusahaan menampilkan strategi masing-masing di ajang tersebut. Google menyebut integrasi ini akan memasukkan Gemini models dan Vertex AI langsung ke dalam ekosistem Avid, sehingga AI tidak lagi hanya menjadi alat tambahan, tetapi bagian dari alur kerja penyuntingan.

AI masuk langsung ke ruang edit

Avid akan menanamkan teknologi Google Cloud ke Media Composer, sistem penyuntingan non-linear yang digunakan untuk produksi film dan televisi profesional. Teknologi yang sama juga akan hadir di Content Core, platform software-as-a-service berbasis cloud yang masih tergolong baru.

Integrasi ini dirancang agar editor dapat bekerja lebih cepat saat mencari klip, scene, atau shot di dalam perpustakaan konten yang sangat besar. Google Cloud menilai waktu yang dibutuhkan untuk menemukan materi dan menyusun produksi bisa berkurang secara signifikan bila AI ikut membantu sejak tahap awal.

Bagi pekerja media, kecepatan semacam ini sangat penting. Proses editorial sering bergantung pada penelusuran arsip yang besar dan berlapis, terutama ketika sebuah proyek membutuhkan materi lama yang tersebar di banyak folder atau sistem penyimpanan.

Arsip video jadi salah satu masalah terbesar

Google Cloud menyoroti bahwa banyak organisasi media menyimpan rekaman selama puluhan tahun. Kondisi itu membuat pencarian arsip menjadi rumit, sementara biaya pengelolaannya terus naik seiring bertambahnya volume konten.

Dalam penjelasan resminya, Google mengatakan AI bisa menandai setiap scene dan shot secara otomatis. Dengan pendekatan ini, perpustakaan video yang besar dapat diubah menjadi lebih mudah dicari, bahkan disebut bisa mendekati pengalaman pencarian di web.

Kemampuan tersebut juga membuka peluang pemakaian ulang konten lama. Google menyebut organisasi media bisa menemukan dan menggunakan kembali klip dalam hitungan detik, sekaligus mengembangkan monetisasi arsip lewat hyper-local streaming dan pengalaman penonton yang lebih relevan.

Bukan sekadar uji coba di industri media

Sejumlah pelanggan media disebut sudah memakai teknologi Google Cloud untuk pengelolaan konten. Dalam blog resminya, Google menyinggung Gray Media, Major League Baseball, dan NBCUniversal sebagai contoh klien terbaru yang memanfaatkan layanan tersebut.

Google juga menyebut Canal+ di Prancis telah mengadopsi alat AI-nya untuk membantu menata arsip. Daftar contoh itu menunjukkan penggunaan AI di sektor media mulai bergerak dari tahap eksperimen menuju operasional harian.

Buzz Hays, Film Producer sekaligus Global Market Lead Entertainment Industry Google Cloud, menilai potensi pemanfaatan perpustakaan konten masih sangat besar. Ia menyebut pemilik kekayaan intelektual dapat mengemas ulang serial lama ke format baru, termasuk microdrama yang kini banyak menarik investasi.

Arah baru untuk workflow kreatif

Dari sisi Avid, Chief Executive Officer Wellford Dillard mengatakan pelanggan semakin menginginkan alat cerdas yang bisa menyatu dengan alur kerja yang sudah ada. Ia menegaskan kemitraan dengan Google Cloud memperkuat kemampuan Avid untuk menghadirkan inovasi berbasis AI yang aman, sekaligus menjaga platform tetap interoperabel dan adaptif.

Sementara itu, Anil Jain selaku global managing director of strategic industries di Google Cloud menilai kolaborasi ini menunjukkan industri bergerak melampaui otomasi sederhana. Menurutnya, editor akan bisa bekerja bersama agen cerdas untuk membuat aset lebih cepat, menangani pekerjaan berat seperti penyesuaian gaya dan pengisian timeline, lalu fokus pada aspek cerita.

Dampak bagi penyuntingan video profesional

Integrasi Gemini dan Vertex AI ke dalam ekosistem Avid memperlihatkan arah baru penyuntingan video profesional. AI kini tidak hanya membantu mencari materi, tetapi juga ikut mempercepat pengolahan konten di dalam workflow yang sudah lama digunakan para kreator dan perusahaan media.

Bagi industri yang terus berhadapan dengan arsip besar dan tenggat produksi yang ketat, kombinasi Google Cloud dan Avid memberi gambaran tentang bagaimana pencarian arsip, penyusunan timeline, dan pengolahan materi dapat bergerak lebih cepat tanpa meninggalkan alur kerja utama yang sudah dikenal para editor.

Terkait