Timnas U-17 Indonesia harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Malaysia di Stadion Manahan, Solo. Kemenangan yang sudah berada di depan mata hilang pada detik-detik akhir setelah lawan menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri.
Hasil ini menjadi debut David Nascimento sebagai pelatih kepala baru Timnas U-17 Indonesia. Laga berlangsung ketat, dengan Garuda Muda sempat menunjukkan kontrol permainan yang lebih baik terutama setelah jeda.
Indonesia sempat ditekan, lalu menemukan peluang lebih dulu
Malaysia memulai pertandingan dengan agresif dan berusaha mengambil inisiatif serangan sejak awal. Namun, Indonesia merespons dengan baik dan menciptakan peluang awal lewat Chico Jericho pada menit keempat.
Chico menusuk setelah melewati satu pemain bertahan, lalu melepaskan tembakan keras yang masih bisa dihalau kiper Malaysia, Adam Nurfakrullah. Setelah itu, Indonesia perlahan mulai lebih nyaman menguasai bola dan beberapa kali masuk ke area berbahaya lawan.
Babak pertama berjalan ketat tanpa gol
Garuda Muda mendapat momen terbaik pada pertengahan babak pertama. Chico kembali mengancam pada menit ke-31, tetapi sepakan kaki kirinya membentur tiang gawang.
Empat menit berselang, Dzaky Muhammad juga hampir membuka keunggulan, namun peluangnya kembali digagalkan Adam Nurfakrullah. Menjelang turun minum, tempo laga menurun dan kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih hingga skor 0-0 bertahan.
| Tim | Formasi | Detail Kunci |
|---|---|---|
| Indonesia | 4-3-3 | Abdillah Isak; Faiz Fathurahman, Ramadhan Putra, Faiz Hikmal, Puma Nandhito; Melki Yatipai, Stenly Meyanu, Edsel Henrian; Chico Jericho, Dolvi Solossa, Dzaky Muhammad |
| Malaysia | 3-4-3 | Adam Nurfakrullah; Adam Muqri, Muhammad Fareez Danial, Naim Musaddiq; Muhammad Aqif, Muhammad Dini, Muhammad Aniq Thaqif, Muhammad Harraz; Ahmad Aidil, Benjamin Aryan, Mohamad Fahim Akmal |
Babak kedua lebih hidup, tapi penyelesaian akhir belum maksimal
Setelah jeda, Indonesia tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Masuknya Ichiro Akbar memberi warna baru di lini tengah dan membuat aliran serangan Garuda Muda terlihat lebih hidup dibanding babak pertama.
Dhamar Try Kusuma sempat mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, tetapi bola masih melambung. Melki Meyanu juga mengancam pada menit ke-63, meski sepakannya membentur pemain Malaysia dan gagal mengarah ke gawang.
Tak lama kemudian, kemelut di depan gawang Malaysia kembali memunculkan peluang untuk Indonesia. Chico Jericho juga memaksa Adam Nurfakrullah bekerja keras lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis.
Gol Dhamar tidak cukup untuk menahan tekanan akhir
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-80 saat Dhamar Try Kusuma memanfaatkan bola muntah dari penyelamatan kiper Malaysia atas percobaan Chico Jericho. Gol itu membuat Indonesia unggul 1-0 dan terlihat tinggal menunggu waktu untuk mengunci kemenangan.
Namun, situasi berubah cepat pada menit-menit akhir. Malaysia mendapat sepak pojok, lalu bola mengenai kepala bek Indonesia, Valdo Putra, ketika berusaha menghalau ancaman.
Bola justru berbelok masuk ke gawang sendiri dan skor berubah menjadi 1-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan Indonesia harus puas kehilangan dua poin di kandang sendiri.
Hasil imbang ini membuat era David Nascimento sebagai pelatih baru dibuka tanpa kemenangan. Meski begitu, permainan Indonesia tetap memperlihatkan perkembangan, terutama pada babak kedua, sementara evaluasi penyelesaian akhir dan konsentrasi di menit akhir kini menjadi pekerjaan utama sebelum laga berikutnya.
Source: mediaindonesia.com






