Givri Taj Ungkap Operasi Plastik di Vietnam, Dari Sedot Lemak hingga Fat Grafting

Givri Taj buka-bukaan soal rangkaian operasi plastik yang ia jalani di Beauty Medika Hospital, Ho Chi Minh City, Vietnam. Keputusan itu bermula dari kepuasannya sebagai pasien biasa, sebelum akhirnya ia menerima tawaran kerja sama sebagai brand ambassador.

Ia datang ke Vietnam tanpa hubungan apa pun dengan dokter maupun rumah sakit. Setelah hasil tindakan pertama dinilai memuaskan, Givri kembali menjalani prosedur lain di tempat yang sama dan kemudian ditawari kerja sama.

Operasi yang Dijalaninya

Givri menjalani pembentukan tubuh secara menyeluruh. Prosedurnya mencakup sedot lemak di beberapa area, pengangkatan sisa kulit di perut, serta pemindahan lemak ke bagian tubuh lain agar siluet tubuh tampak lebih proporsional.

ProsedurBagian TubuhKeterangan
Sedot lemakLengan, punggung, perut, ketiakDilakukan pada beberapa area tubuh
Pengangkatan kulit berlebihPerutBagian perut dibuat lebih rata
Fat graftingBokong dan payudaraLemak hasil sedot lemak dipindahkan ke area ini

Menurut Givri, lemak dari tubuhnya dipindahkan ke bokong dan payudara lewat prosedur fat grafting. Ia juga menyebut perubahan pada wajahnya sangat minimal karena tindakan yang dilakukan hanya operasi kelopak mata untuk memperbaiki simetri kanan dan kiri.

“Saya sedot lemak di seluruh tubuh, lengan, punggung, perut, ketiak. Lalu sisa kulit perut dipotong dan dibuat rata. Dan lemak dari badan dipindah kan ke area bokong dan payudara,” ujarnya.

Puas dengan Hasil, Lalu Diberi Tawaran Kerja Sama

Setelah melihat hasil operasi yang disebutnya sangat memuaskan, Givri mengaku berani menerima tawaran sebagai brand ambassador. Ia menilai keputusan itu muncul setelah membuktikan sendiri hasil tindakan bersama Dr. Richard.

“Awalnya saya hanya pasien biasa. Saya menerima tawaran menjadi brand ambassador karena saya sudah membuktikan sendiri hasil operasi bersama Dr. Richard sangat memuaskan,” kata Givri.

Givri juga menyebut Dr. Richard kemudian mencari tahu tentang dirinya sebelum menawarkan kerja sama. Menurutnya, ia sempat kembali ke Ho Chi Minh untuk menjalani operasi lain sebelum tawaran itu datang.

Vietnam Dinilai Lebih Maju dalam Bedah Plastik

Dalam pandangannya, perkembangan operasi plastik di Vietnam lebih maju dibanding Indonesia. Ia menilai tindakan semacam itu di Indonesia masih sering dianggap tabu dan dikaitkan dengan penilaian negatif oleh sebagian masyarakat.

“Karena di Indonesia operasi plastik itu masih dianggap hal yg melanggar agama dan hal yang tabu untuk dilakukan. Sementara di Vietnam operasi plastik itu sudah seperti kebutuhan,” ungkapnya.

Givri menambahkan bahwa pengalaman para dokter di Vietnam dinilai lebih banyak karena industrinya sudah lebih berkembang. Hal itu, menurutnya, membuat pilihan obat-obatan dan keterampilan dokter di sana terasa lebih unggul.

“Otomatis pengalamannya jauh lebih banyak di banding Indonesia baik itu dari obat-obatannya ataupun skill dari dokternya,” tambahnya.

Meski terbuka soal prosedur tubuh yang dijalani, Givri menegaskan belum ingin mengubah wajah lebih jauh. Ia hanya membuka kemungkinan tindakan lain di masa depan jika memang diperlukan.

“Kalau untuk tubuh saya sudah sangat puas. Untuk wajah, saya hanya operasi kelopak mata karena kanan dan kiri saya tidak sama tinggi. Jadi saya ingin membuatnya lebih simetris, bukan mengubah wajah,” tuturnya.

“Selebihnya wajah saya masih original. Tapi saya juga tidak menutup kemungkinan kalau suatu hari nanti operasi hidung atau bagian wajah lain yang memang bisa mengubah penampilan,” bebernya.

Untuk saat ini, Givri menegaskan belum ingin mengubah wajahnya lebih jauh. Ia menyebut tindakan yang dilakukan sekarang masih sebatas memperbaiki, bukan mengubah penampilan secara total.

Source: www.suara.com
Terkait