Isu dugaan pemberian uang Rp20 juta kepada mahasiswa Universitas Bung Karno belum menemukan ujungnya. Di tengah sorotan publik, Fraksi Gerindra meminta agar perkara ini tidak langsung diarahkan ke Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI Bambang Haryadi menegaskan bahwa informasi yang beredar masih berupa pengakuan sepihak dari pihak mahasiswa. Menurutnya, proses harus dibiarkan berjalan lebih dulu sebelum menarik kesimpulan soal siapa yang terlibat.
Gerindra minta publik tidak mengaitkan kasus ke Gibran
Bambang menyatakan keyakinannya bahwa Gibran tidak ikut terseret dalam persoalan tersebut. Ia juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, tetapi menilai hal itu belum bisa dipastikan tanpa pembuktian yang jelas.
“Jadi biarlah itu berproses,” kata Bambang, sambil menekankan bahwa kasus itu masih bertumpu pada pengakuan dari satu pihak. Ia menambahkan, “Saya yakin tidak ada sangkut-pautnya dengan Mas Gibran.”
Dalam pandangannya, tudingan yang mengaitkan Wakil Presiden dengan dugaan pemberian uang itu belum memiliki dasar yang cukup kuat. Bambang juga meminta agar isu tersebut tidak dibawa ke arah yang bisa memecah hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.
Latar pertemuan mahasiswa dan Wapres
Polemik ini bermula setelah Koordinator Aksi sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M. Abdi Maludin, mengakui menerima uang Rp20 juta usai pertemuan dengan Wakil Presiden. Abdi kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas pengakuannya tersebut.
Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta. Pertemuan itu berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, lalu memicu perhatian setelah muncul klaim terkait pemberian uang kepada salah satu peserta aksi.
Gerindra menilai desakan agar Gibran memberi klarifikasi tidak perlu dibesar-besarkan. Bambang mengatakan posisi Wakil Presiden tidak berkaitan dengan urusan seperti itu dan meminta publik melihat persoalan ini secara proporsional.
“Saya pikir tidak lah, kan bukan tugas Wapres kayak begitu,” ujarnya. Di sisi lain, polemik ini masih terus bergulir karena publik menunggu kejelasan apakah ada pihak lain di balik dugaan pemberian uang tersebut atau tidak.
