Gerbang Pasar Wage Bakal Dipindah Ke Selatan, Revitalisasi Besar Mulai Dikebut

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberi sinyal kuat dukungan terhadap rehabilitasi dan penataan ulang Pasar Wage Purwokerto. Sorotan utama tertuju pada gerbang utama yang direncanakan dipindah ke sisi selatan untuk memperbaiki alur keluar-masuk pasar sekaligus mendukung kelancaran kawasan sekitar.

Peninjauan dilakukan usai Ahmad Luthfi mengikuti Purwokerto Half Marathon bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Dalam kunjungan itu, kondisi fisik pasar dinilai menyimpan sejumlah titik mendesak yang perlu segera ditangani agar aktivitas perdagangan tetap aman dan tertib.

Gerbang selatan jadi pintu perubahan

Pemkab Banyumas menempatkan pemindahan pintu gerbang utama sebagai salah satu prioritas penataan Pasar Wage. Akses yang menghadap ke selatan diproyeksikan membuat mobilitas pedagang dan pengunjung lebih lancar.

Perubahan akses itu juga dinilai bisa membantu mengurai kemacetan di sekitar pasar. Selain itu, distribusi barang diharapkan lebih tertib karena arus keluar-masuk tidak lagi bertumpu pada pola lama.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Banyumas menyiapkan anggaran APBD Kabupaten hampir Rp30 miliar khusus untuk pembebasan lahan. Sadewo juga berharap kebutuhan lain bisa ditopang melalui Pemprov Jawa Tengah atau Kementerian Perdagangan.

Bagian rusak pascakebakaran jadi perhatian

Selain akses utama, Ahmad Luthfi menyoroti 20 los di sisi kiri Pasar Wage yang belum tertata. Ia menyebut penataan area itu akan segera dilakukan setelah koordinasi dengan bupati.

Sisa bangunan pasca kebakaran juga masuk daftar perhatian utama. Bagian atas yang masih rusak dinilai harus segera direhabilitasi karena berpotensi membahayakan keselamatan pedagang.

Dari sisi pemerintah provinsi, dukungan terhadap pembenahan pasar disebut akan terus dikawal. Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa penganggaran bisa dilakukan melalui APBD Provinsi atau stimulus dari Kementerian Perdagangan.

Lantai dua disiapkan untuk fungsi baru

Pemkab Banyumas juga menaruh perhatian pada renovasi lantai dua Pasar Wage yang mangkrak sejak kebakaran. Area itu diharapkan bisa masuk dalam sinergi anggaran bersama Pemprov Jateng dan Kementerian Perdagangan.

Sadewo menyebut bagian yang selama ini mati ingin diubah menjadi pusat kuliner malam. Dengan begitu, pasar tetap punya aktivitas ekonomi meski jam operasional pasar utama sudah berakhir.

Arah penataan ini tidak hanya menyentuh fisik bangunan, tetapi juga fungsi ekonomi kawasan. Pasar Wage diarahkan menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan produktif bagi pedagang maupun pengunjung.

Revitalisasi Pasar Wage pun diposisikan sebagai model penataan pasar tradisional di Jawa Tengah. Fokusnya mencakup keselamatan bangunan, kelancaran sirkulasi, dan keberlanjutan ekonomi rakyat di pusat perdagangan tersebut.

Source: www.jawapes.or.id
Exit mobile version