Gen Z Pilih Anwar Hafid Teratas Di Sulawesi, Jejak Programnya Terasa Nyata

Lembaga Survei Muda Bicara ID menempatkan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebagai gubernur berkinerja terbaik di Pulau Sulawesi versi generasi muda. Dalam Survei Nasional Q1 2026, Anwar meraih 7,00% dan menjadi satu-satunya wakil Sulawesi yang masuk 10 besar gubernur berkinerja terbaik secara nasional.

Hasil itu menunjukkan bahwa perhatian Gen Z tidak hanya tertuju pada popularitas kepala daerah, tetapi juga pada dampak kebijakan yang terasa langsung. Dalam kasus Sulawesi Tengah, penilaian positif mengalir ke arah pembangunan yang dianggap berjalan konsisten dan punya efek pada ekonomi daerah.

Posisi Anwar di peta nasional

Muda Bicara ID menempatkan Anwar Hafid di peringkat keenam nasional. Di atasnya ada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dengan 18,50%, Gubernur Jakarta Pramono Anung dengan 17,30%, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan 17,10%.

Di posisi berikutnya tercatat Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X dengan 15,00% dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dengan 7,20%. Sementara itu, Mahyedi Ansharullah dari Sumatera Barat berada di bawah Anwar dengan 6,20%.

Susunan ini memperlihatkan bahwa penilaian anak muda terhadap kepala daerah tidak selalu mengikuti ukuran popularitas semata. Survei tersebut justru menangkap kesan bahwa kinerja yang dianggap nyata lebih mudah terbaca oleh generasi muda.

Program yang terasa sampai ke warga

Citra positif Anwar Hafid tidak lepas dari Program Berani Cerdas dan Berani Sehat. Berani Cerdas menyasar beasiswa pendidikan bagi siswa jenjang SMA dan setara serta SLB, sehingga akses pendidikan menjadi salah satu fokus utama kebijakan daerah.

Berani Sehat juga mencuri perhatian karena memberi layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP Sulawesi Tengah. Skema ini berjalan tanpa melihat status kepesertaan atau tunggakan BPJS, sehingga lebih mudah dijangkau warga.

Data yang dirilis menunjukkan 19.000 siswa telah menerima manfaat dari Berani Cerdas. Sementara itu, 164.627 warga telah memanfaatkan Berani Sehat, angka yang memperlihatkan cakupan layanan publik yang cukup luas di kalangan masyarakat.

Bagi Gen Z, ukuran keberhasilan kebijakan sering berkaitan dengan manfaat yang dapat dirasakan langsung. Dua program itu masuk ke kebutuhan dasar yang dekat dengan kehidupan keluarga muda, pendidikan, dan kesehatan.

Hilirisasi nikel dan dorongan ekonomi lokal

Muda Bicara ID menyebut apresiasi kepada Anwar Hafid juga muncul karena konsistensi pembangunan daerah, terutama pada infrastruktur dan ekonomi lokal. Salah satu faktor penting yang ikut menguatkan persepsi tersebut adalah pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang terdorong hilirisasi nikel.

Dalam rilisnya, lembaga survei itu menyebut Anwar Hafid membawa semangat pembangunan daerah yang konsisten, khususnya di sektor infrastruktur dan ekonomi lokal yang sedang tumbuh pesat berkat hilirisasi nikel. Keterangan ini menegaskan bahwa penilaian responden muda tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan arah kebijakan yang terlihat hasilnya.

Dorongan ekonomi pasca-hilirisasi juga dinilai membuka peluang kerja baru. Situasi ini relevan bagi generasi muda yang menaruh perhatian besar pada akses pekerjaan dan masa depan ekonomi daerah.

Indeks pembangunan ikut menguat

Gambaran tersebut juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia provinsi itu mencapai 72,82, naik 0,58 poin atau 0,80 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan terjadi pada seluruh dimensi pembentuk IPM. Temuan itu memperkuat sinyal bahwa kebijakan pembangunan di daerah tidak hanya berhenti di level program, tetapi juga bergerak ke indikator yang lebih terukur.

Survei Muda Bicara ID sendiri dirancang untuk memetakan opini, persepsi, dan pandangan kelompok muda terhadap pemerintahan dan kebijakan. Pengambilan data dilakukan sepanjang 1 hingga 30 Maret 2026, sehingga hasilnya menjadi potret awal tentang bagaimana anak muda membaca kinerja kepala daerah di tengah tuntutan layanan publik, pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button