Gen Z yang akrab dengan scroll media sosial kini mulai mencari cara agar waktu layar tidak habis begitu saja. Salah satu kebiasaan yang makin dilirik adalah media diary, yaitu catatan sederhana untuk merekam konten yang dikonsumsi setiap hari.
Cara ini dipakai bukan untuk menambah beban, melainkan untuk membantu pengguna lebih sadar terhadap apa yang masuk ke kepala. Saat doomscrolling terasa semakin mudah terjadi, media diary memberi ruang kecil untuk berhenti sejenak dan memilih konten dengan lebih sengaja.
Catat satu konten yang paling berkesan
Langkah paling mudah adalah menuliskan satu konten yang paling berkesan setiap hari. Bentuknya bisa podcast, artikel panjang, film, atau video pendek yang benar-benar meninggalkan kesan.
Tidak perlu mencatat semuanya karena tujuan utamanya adalah melatih otak untuk memilih konten yang relevan. Catatan itu bisa dibuat di buku maupun media digital, tergantung mana yang paling nyaman dipakai.
Beri alasan kenapa konten itu menarik
Setelah kontennya dicatat, langkah berikutnya adalah menulis alasan mengapa konten itu disukai. Sebuah podcast bisa terasa memotivasi, sementara film tertentu bisa memberi inspirasi baru.
Refleksi kecil seperti ini membuat konsumsi media tidak berhenti di tahap menonton, membaca, atau mendengar saja. Konten yang masuk jadi dipikirkan ulang, bukan sekadar lewat lalu dilupakan.
Bedakan jenis konten yang masuk
Setiap konten punya tujuan yang berbeda, mulai dari hiburan sampai edukasi. Karena itu, konten yang dicatat sebaiknya diberi kategori agar lebih mudah dievaluasi.
Kategori sederhana seperti menghibur dan mengedukasi sudah cukup membantu melihat apakah konsumsi media harian lebih banyak memberi manfaat atau hanya mengisi waktu luang. Dari sini, pola scrolling juga terlihat lebih jelas dari hari ke hari.
| Jenis Catatan | Contoh Konten | Fungsi |
|---|---|---|
| Konten paling berkesan | Podcast, artikel panjang, film, video pendek | Melatih fokus pada konten yang relevan |
| Alasan ketertarikan | Memotivasi, menginspirasi, memberi kesan kuat | Membantu refleksi atas isi yang dikonsumsi |
| Kategori konten | Menghibur, mengedukasi | Memudahkan evaluasi pola konsumsi media |
Pilih media yang paling nyaman dipakai
Media diary tidak harus dibuat dengan format yang rumit. Pilihannya bisa memakai Goodreads untuk ulasan buku, Letterboxd untuk film, atau buku jurnal untuk catatan pribadi.
Bagi yang ingin mengumpulkan semua catatan dalam satu tempat, Notion, ClickUp, Medium, dan Substack juga bisa dipakai. Ada pula yang memilih membuat konten video jika merasa lebih cocok tampil di depan kamera.
Fleksibilitas format ini membuat media diary mudah disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing orang. Waktu di depan layar pun tidak selalu identik dengan kebiasaan buruk, karena bisa diubah menjadi rutinitas yang lebih sadar dan terarah.
Source: www.beautynesia.id






