Iri Lihat Tetangga Beli Mobil Baru, Gembok Portal Dibuang ke Sumur

Perselisihan warga di sebuah kompleks perumahan mencuri perhatian setelah muncul dugaan seorang emak-emak membuang gembok portal ke sumur karena iri melihat tetangganya membeli mobil baru. Aksi itu membuat akses mobil di lingkungan tersebut terganggu dan memicu reaksi keras di media sosial.

Masalah ini bermula dari portal utama perumahan yang tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Pemilik mobil baru berinisial RM mengaku dirugikan karena kendaraannya akhirnya harus diparkir di luar portal perumahan.

Portal bersama yang berubah jadi sumber masalah

Dalam video yang diunggah akun Instagram @omsottamks, RM terlihat meminta penjelasan kepada perempuan berbaju merah muda garis-garis yang disebut memegang kunci portal perumahan. Peristiwa itu terjadi di sebuah perumahan yang tidak disebutkan namanya.

Menurut keterangan yang beredar, gembok portal utama sengaja dibuang ke sumur sehingga mobil tidak bisa leluasa keluar masuk lewat jalan tersebut. RM menilai tindakan itu merugikan karena portal merupakan fasilitas bersama yang seharusnya dipakai warga.

Respons yang justru menambah panas situasi

Saat dimintai pertanggungjawaban, perempuan tersebut disebut tidak menunjukkan penyesalan. Ia justru menantang balik dengan mengatakan bahwa kunci sudah dibuang ke sumur dan pihak lain diminta mengambil sendiri jika ingin membuka portal.

Sikap itu membuat situasi semakin tegang karena tindakan tersebut dianggap dilakukan sepihak. RM juga menilai penutupan akses jalan seperti itu tidak menyelesaikan persoalan, malah menambah masalah bagi warga lain yang masih membutuhkan jalur tersebut.

Warganet soroti adab bertetangga

Video tersebut kemudian ramai dibicarakan di media sosial dan memicu banyak kecaman. Sejumlah warganet menyoroti hilangnya adab bertetangga dan menyebut tindakan itu sebagai bentuk iri hati yang merugikan banyak orang.

Kolom komentar juga diisi saran agar masalah tidak dibiarkan berlarut. Ada yang menyarankan gembok diganti saja, sementara komentar lain menyebut sikap seperti itu sebagai penyakit hati yang berbahaya.

Harapan mediasi dari pengurus lingkungan

Hingga kini belum ada laporan mengenai penyelesaian kasus tersebut. Warga sekitar berharap pengurus RT/RW segera turun tangan untuk memediasi kedua pihak agar akses jalan umum bisa kembali digunakan normal.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana persoalan di lingkungan perumahan dapat membesar ketika emosi mengalahkan musyawarah. Karena menyangkut fasilitas bersama, penyelesaian lewat pengurus lingkungan dinilai menjadi langkah paling penting agar konflik tidak meluas.

Source: www.suara.com

Terkait