Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa bukan hanya memecahkan rekor suhu, tetapi juga memicu lonjakan kematian di Prancis. Lembaga Kesehatan Publik Prancis mencatat peningkatan kematian sebesar 29,1 persen, atau setara 2.025 kasus tambahan dibanding pekan sebelumnya.
Angka itu muncul pada periode 22 hingga 28 Juni, saat Prancis mengalami hari-hari terpanas sepanjang sejarah. Rekor suhu siang dan malam pecah di sejumlah kota, dan dampaknya terasa langsung pada kelompok usia lanjut yang paling rentan terhadap cuaca ekstrem.
Lonjakan Kematian Terpusat pada Usia 45 Tahun ke Atas
Total kematian pada pekan tersebut mencapai 8.973 kasus, naik dari 6.948 kasus pada pekan sebelumnya. Hampir seluruh kenaikan terkonsentrasi pada warga berusia 45 tahun ke atas, dengan kelompok di atas 65 tahun menjadi yang paling terdampak.
Public Health France menegaskan bahwa angka tersebut kemungkinan belum menggambarkan kerugian sebenarnya. Dalam pernyataannya, lembaga itu menyebut, “Terjadi peningkatan sebesar 29,1%, yang mencerminkan 2.025 kematian tambahan dibandingkan dengan minggu sebelumnya.”
| Periode | Total Kematian | Perubahan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Pekan sebelumnya | 6.948 | – | Menjadi pembanding utama |
| 22-28 Juni | 8.973 | Naik 29,1% | 2.025 kematian tambahan |
Dampak Tidak Berhenti di Prancis
Lonjakan korban jiwa akibat suhu ekstrem juga terlihat di negara lain di Eropa. Belgia melaporkan sekitar 1.200 kematian tambahan, sementara Belanda mencatat sekitar 480 kematian tambahan yang sebagian besar menimpa warga lansia.
Situasi ini memperlihatkan tekanan besar pada sistem kesehatan dan keselamatan publik di kawasan tersebut. Gelombang panas kini tidak lagi dipandang sekadar gangguan cuaca, tetapi ancaman kesehatan nyata bagi populasi rentan.
Di Paris, Direktur Jenderal sistem rumah sakit umum Nicolas Revel memperkirakan total korban jiwa akibat gelombang panas Juni ini bisa lebih tinggi dibanding episode panas ekstrem tahun lalu. Pada peristiwa sebelumnya, 5.700 orang dilaporkan meninggal.
Cuaca Ekstrem Juga Mengganggu Lingkungan
Dampak gelombang panas meluas ke luar isu kesehatan. Di Italia, kekeringan parah membuat Sungai Po menyusut tajam hingga memicu status darurat di wilayah Veneto.
Swiss juga menghadapi dampak lingkungan serius ketika suhu tinggi memicu pencairan salju berskala besar di Gletser Rhône. Rangkaian kejadian ini menunjukkan bahwa suhu ekstrem membawa efek berlapis, dari kesehatan publik hingga kondisi alam.
World Weather Attribution menyebut suhu ekstrem pemecah rekor di berbagai negara Eropa itu hampir tidak mungkin terjadi tanpa faktor perubahan iklim yang dipicu polusi karbon. Temuan itu memperkuat kekhawatiran bahwa gelombang panas seperti ini bisa menjadi lebih sering dan lebih berat bagi kelompok rentan di masa mendatang.
Source: mediaindonesia.com






