Gel Surya Ini Menyedot Air Minum Dari Udara Gurun, Tahan Jauh Lebih Lama Di Kekeringan Ekstrem

Author: Cung Media

Di tengah krisis air yang masih meluas, para peneliti dari Stanford University dan MIT mengembangkan material bertenaga surya yang bisa menarik air dari udara kering lalu mengubahnya menjadi air minum aman. Inovasi ini menonjol karena hidrogeld tersebut dirancang tetap bekerja di sejumlah wilayah paling gersang di Bumi.

Organisasi Kesehatan Dunia menyebut satu dari empat orang di dunia belum punya akses andal ke air minum aman. Kondisi itu membuat teknologi yang bisa memanen kelembapan dari udara menjadi alternatif yang menarik, terutama bagi daerah yang sulit dijangkau jaringan air konvensional.

Material yang bekerja lewat kelembapan udara

Dalam studi yang terbit di jurnal Nature Communications, tim meningkatkan hidrogeld dengan lapisan anti-korosi. Lapisan ini membantu material menyerap kelembapan dari udara dan melepaskannya kembali sebagai air yang bisa diminum.

Hidrogeld tersebut dibuat dengan lithium chloride dan polyacrylamide. Setelah diuji dan disempurnakan, material itu mampu menangkap uap air untuk kebutuhan minum selama sekitar 190 siklus.

Lebih tahan untuk kondisi ekstrem

Daya tahan itu menjadi pembeda utama dari desain sebelumnya. Para peneliti menilai versi baru ini jauh lebih kuat, sehingga berpeluang lebih praktis dan lebih murah untuk wilayah yang menghadapi kekeringan berat.

Ketahanan yang lebih lama juga penting karena sistem seperti ini harus terus bekerja di lingkungan yang keras. Pada area dengan air terbatas, performa jangka panjang sering kali menentukan apakah teknologi bisa dipakai di lapangan atau hanya berhenti di laboratorium.

Kapasitas air yang sudah diuji

Dalam pengujian, desain tersebut mampu menghasilkan sekitar dua liter air per hari. Secara teori, jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan darurat air satu orang.

Tim peneliti yang juga melibatkan Georgia Institute of Technology dan ETH Zurich masih ingin menaikkan kapasitasnya. Target berikutnya adalah mendekati lima liter per hari.

Potensi untuk daerah yang paling sulit air

Para peneliti melihat teknologi ini sebagai cara baru untuk menambah pasokan air di daerah yang sulit dijangkau. Dr. Carlos Diaz-Marin, profesor di Stanford sekaligus salah satu penulis utama, mengatakan banyak orang harus berjalan ratusan jam per tahun hanya untuk mendapatkan air.

Dia juga menyoroti tekanan tambahan dari industri yang sangat boros air. Menurutnya, manufaktur semikonduktor dan pusat data ikut memberi beban besar pada sistem air yang sudah terbatas.

Dalam pernyataannya, Diaz-Marin menilai teknologi ini berpotensi menjadi sumber daya air tambahan. Ia menekankan bahwa kebutuhan air bersih tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga berbagai sektor yang terus berkembang.

Langkah menuju air berbiaya rendah

Para peneliti menyimpulkan bahwa temuan ini merupakan langkah besar menuju produksi air berbiaya rendah. Mereka menilai inovasi seperti ini bisa membantu menjawab masalah kelangkaan air bagi populasi besar di berbagai negara.

Di saat banyak wilayah menghadapi kekeringan ekstrem, teknologi yang bisa menarik air dari udara menawarkan opsi yang berbeda dari sumber air konvensional. Jika kapasitas dan ketahanannya terus ditingkatkan, hidrogeld surya ini dapat menjadi alat penting untuk memperluas akses air minum aman.

Terbaru