Geely mulai membuat posisi Toyota, Honda, dan Hyundai di pasar Indonesia terasa lebih tertekan. Bukan hanya karena harga yang dipasang agresif, tetapi juga karena merek asal Tiongkok ini langsung masuk dengan paket SUV hybrid, mobil listrik, dan rencana bisnis yang disusun untuk jangka panjang.
Di tengah pergeseran pasar ke elektrifikasi, Geely tidak datang sebagai pemain pelengkap. Perusahaan ini menyiapkan produksi lokal, memperluas jaringan dealer, dan membangun portofolio yang menyentuh segmen penting, dari mobil listrik perkotaan sampai SUV hybrid premium.
Tiga model untuk tiga kebutuhan pasar
Saat ini Geely menawarkan tiga model di Indonesia dengan karakter yang berbeda. Strategi itu membuat merek ini bisa menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa bergantung pada satu jenis kendaraan saja.
Geely EX2 hadir sebagai hatchback listrik kompak dengan harga Rp255 juta hingga Rp285 juta. Model ini diposisikan sebagai pintu masuk paling terjangkau bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Di atasnya ada Geely EX5 yang bermain di kelas SUV listrik dengan harga Rp439 juta sampai Rp479 juta. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 495 km dan fitur fast charging, dengan pengisian 30 persen hingga 80 persen dalam 20 menit.
SUV hybrid premium jadi kartu kuat
Geely Starray EM-I menjadi model yang paling menonjol karena masuk ke segmen SUV premium hybrid. Harganya dipasang Rp499,8 juta, dengan kombinasi teknologi hybrid, kabin mewah, dan sistem keselamatan canggih.
Kehadiran model ini penting karena pasar SUV hybrid sangat sensitif terhadap reputasi merek dan efisiensi. Geely terlihat tidak hanya mengejar volume penjualan, tetapi juga mencoba membangun citra sebagai merek yang mampu menantang standar merek Jepang.
Pendekatan itu terlihat dari cara Geely memadukan harga kompetitif dengan daftar fitur yang lengkap. Persaingan pun bergeser dari sekadar siapa yang paling murah menjadi siapa yang memberi nilai paling besar di kelasnya.
Fitur, desain, dan teknologi yang digenjot
Geely menyebut lini produknya hadir dengan layar infotainment besar, konektivitas smartphone, sistem audio premium, dan fitur keselamatan lengkap. Paket keselamatan itu mencakup ABS, EBD, airbags, dan ADAS Level 2.
Perusahaan ini juga menonjolkan bahasa desain sebagai pembeda. Filosofi Ripple Aesthetics dan Galaxy Light Concept dipakai untuk membangun identitas futuristik yang tetap diarahkan agar terasa elegan.
Dorongan teknologi Geely tidak berhenti pada model yang sudah dijual. Perusahaan ini juga mengembangkan i-HEV Intelligent Hybrid dengan efisiensi termal 48,41 persen, yang disebut sebagai yang tertinggi di dunia.
Serius membangun basis di Indonesia
Langkah paling penting dari ekspansi Geely terlihat dari operasi bisnisnya di Indonesia. Perusahaan ini menggandeng PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta dengan kapasitas produksi 60 unit per hari.
Produksi lokal itu diperkuat dengan komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri hingga 60 persen. Artinya, Geely tidak hanya masuk sebagai importir, tetapi mulai membangun pijakan industri di pasar nasional.
Di sisi distribusi, Geely menargetkan 80 dealer resmi sepanjang 2026. Jaringan itu direncanakan mencakup Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi agar ekspansi tidak menumpuk di satu wilayah saja.
Langkah ini penting karena pasar otomotif Indonesia sangat dipengaruhi layanan penjualan dan purna jual. Produk dengan spesifikasi menarik tetap membutuhkan jaringan yang kuat agar bisa bertahan dan tumbuh.
Tekanan ke pemain lama makin nyata
Dengan hatchback listrik, SUV listrik, dan SUV hybrid premium, Geely mencoba menutup banyak kebutuhan konsumen sekaligus. Pola ini membuatnya berbeda dari merek baru yang biasanya hanya mengandalkan satu model andalan.
Fokus pada elektrifikasi juga sejalan dengan arah industri otomotif nasional. Geely menempatkan EV dan hybrid sebagai tulang punggung untuk menangkap peluang transisi energi bersih di Indonesia.
Ambisi ekspansi Geely juga terlihat di kawasan lain. Perusahaan ini memperkuat jejak Asia-Pasifik dengan menunjuk Alex Gu sebagai CEO Geely Australia, sambil menyiapkan penguatan portofolio di Australia dan Eropa untuk menjadi pemain utama di segmen EV global.
Kombinasi harga kompetitif, teknologi modern, desain yang kuat, dan ekspansi jaringan membuat Geely semakin sulit diabaikan. Jika produksi lokal dan target dealer berjalan sesuai rencana, tekanan terhadap pemain lama di segmen SUV hybrid dan EV di Indonesia akan semakin terasa.







