Geely kembali menekan pasar mobil listrik entry level di China lewat pembaruan Xingyuan, model yang juga dikenal sebagai Geely EX2. Daya tarik utamanya bukan hanya harga promosi yang masuk kisaran Rp 100 jutaan, tetapi juga sederet peningkatan di area yang paling terasa oleh pengguna sehari-hari.
Mobil ini kini datang dengan fokus yang lebih kuat pada pengemudian, sistem penggerak, ADAS, kabin pintar, dan fitur keselamatan. Di segmen mobil listrik kompak, kombinasi seperti ini membuat EX2 terbaru terasa lebih serius, karena Geely tidak sekadar menurunkan banderol tetapi juga menaikkan nilai pakainya.
Harga dan varian lebih agresif
Geely Xingyuan terbaru hadir dalam enam varian. Harga normalnya berada di 64.800 yuan hingga 94.800 yuan, atau sekitar Rp 172 juta sampai Rp 251 jutaan.
Ada insentif tambahan bagi konsumen yang bertransaksi sebelum 30 Juni 2026. Dengan subsidi tukar tambah sebesar 3.000 yuan, harga efektifnya turun menjadi 61.800 yuan sampai 91.800 yuan, setara sekitar Rp 164 juta hingga Rp 243 juta.
Strategi ini menempatkan EX2 sebagai salah satu penawaran paling menarik di kelas mobil listrik terjangkau. Di pasar seperti ini, harga tetap penting, tetapi isi fitur dan efisiensi juga ikut menentukan keputusan pembelian.
Bodi kompak, tetap praktis untuk harian
Secara dimensi, Xingyuan tidak berubah dari versi sebelumnya. Mobil ini memiliki panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm.
Ukuran tersebut membuat EX2 tetap masuk kategori mobil listrik kompak yang berorientasi pada penggunaan harian. Geely memilih mempertahankan bodi, lalu memperkuat nilai jual lewat teknologi dan penyempurnaan sistem.
Baterai CATL dan jarak tempuh lebih beragam
Salah satu pembaruan penting ada di sektor baterai. Geely kini memakai baterai CATL sebagai standar di seluruh varian Xingyuan terbaru.
Pilihan jarak tempuhnya juga dibuat lebih fleksibel untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda. Tersedia tiga opsi, yaitu 310 km, 410 km, dan 480 km berdasarkan pengujian CLTC.
Variasi ini memberi ruang bagi pembeli yang ingin menekan biaya maupun yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh. Untuk mobil listrik kelas awal, pilihan seperti ini bisa menjadi nilai tambah yang kuat.
Isi daya lebih cepat
Geely juga menyebut ada peningkatan pada kemampuan pengisian cepat. Mobil ini mendukung tingkat pengisian maksimum 1,66C.
Dengan kemampuan itu, baterai Geely EX2 terbaru dapat diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam 19 menit. Waktu isi ulang seperti ini menjadi penting karena masih sering menjadi pertimbangan utama calon pengguna mobil listrik.
Kabin digital dengan Flyme Auto 2.0
Di bagian kabin, Geely membekali model ini dengan sistem pintar Flyme Auto 2.0. Sistem tersebut memakai chip otomotif Dragon Eagle-1 7 nanometer yang dikembangkan SiEngine Technology, perusahaan yang didukung Geely.
Layar sentuh HD berukuran 14,6 inci menjadi pusat kendali utama di interior. Head unit ini juga mendukung konektivitas smartphone, termasuk Apple CarPlay.
Kombinasi layar besar dan konektivitas luas membuat pengalaman di kabin terasa lebih modern. Di kelas harga terjangkau, pendekatan seperti ini menjadi pembeda yang cukup kuat.
ADAS ikut naik kelas
Geely juga memperkuat sisi bantuan pengemudi lewat Geely Afari Smart Driving atau G-ASD H3. Paket ini mendukung Navigasi Otomatis di jalan raya atau NOA, parkir otomatis untuk semua skenario, dan Mode Sentry.
Kehadiran fitur-fitur tersebut menunjukkan upaya Geely membawa teknologi yang biasanya lebih menonjol di kelas atas ke model entry level. Di tengah persaingan mobil listrik kompak yang makin padat, peningkatan seperti ini bisa membuat EX2 lebih menonjol.
Secara keseluruhan, pembaruan Xingyuan terbaru tidak mengubah ukuran dasar mobil, tetapi menambah banyak hal di area yang paling relevan bagi pembeli. Harga promosi yang kompetitif, baterai CATL, fast charging 19 menit, layar 14,6 inci, Apple CarPlay, dan G-ASD H3 membuat Geely EX2 terlihat makin menggoda di pasar mobil listrik murah China.
Source: oto.detik.com