Galaxy Tab A11 Plus Naik Kelas, Samsung Bawa DeX dan Charging 25W ke Rp3 Jutaan

Author: Cung Media

Samsung kembali mendorong batas tablet murah lewat Galaxy Tab A11 Plus. Di kelas harga Rp3 jutaan, perangkat ini membawa fitur yang biasanya lebih sering dipangkas pada tablet entri.

Yang paling mencolok bukan hanya soal memori yang lebih lega, tetapi juga hadirnya Samsung DeX dan pengisian cepat 25W. Kombinasi itu membuat tablet ini terasa lebih dekat ke perangkat kerja ketimbang sekadar layar untuk konsumsi konten.

RAM dan penyimpanan naik cukup jauh

Samsung menaikkan konfigurasi dasar Galaxy Tab A11 Plus menjadi RAM 6 GB dan memori internal 128 GB. Angka itu jelas lebih lapang dibanding generasi sebelumnya yang hanya menawarkan 4 GB RAM dan 64 GB penyimpanan.

Bagi pengguna yang butuh ruang lebih besar, tersedia juga varian RAM 8 GB dengan internal 256 GB. Samsung bahkan menyiapkan opsi konektivitas 5G pada model tertinggi, sehingga tablet ini tidak hanya mengandalkan Wi-Fi untuk mobilitas.

Masalah kapasitas juga masih ditopang slot microSD. Ekspansinya disebut bisa mencapai 2 TB, membuat tablet ini tetap relevan untuk menyimpan file kerja, materi belajar, dan koleksi hiburan tanpa cepat kehabisan ruang.

Samsung DeX jadi pembeda utama

Keberadaan Samsung DeX menjadi kejutan terbesar di Galaxy Tab A11 Plus. Fitur ini mengubah tampilan tablet menjadi mode desktop dengan taskbar di bagian bawah, lalu aplikasi bisa diatur dalam jendela yang dapat diminimalkan atau ditumpuk.

Lewat One UI 8.5 berbasis Android 16, pengalaman multitasking terasa lebih fleksibel untuk kebutuhan ringan hingga menengah. Menonton YouTube, mengetik dokumen, dan membuka Chrome sekaligus disebut berjalan mulus dengan bantuan RAM 6 GB.

Untuk kelas harga Rp3 jutaan, kehadiran DeX membuat perangkat ini punya nilai jual yang berbeda dari banyak tablet pesaing. Fitur seperti ini biasanya lebih identik dengan lini tablet yang berada di kelas lebih tinggi.

Pengisian baterai lebih cepat

Samsung juga memberi peningkatan besar di sektor daya melalui dukungan 25W Super Fast Charging. Perubahan ini memang tidak terlalu mencolok di atas kertas, tetapi dampaknya terasa saat tablet harus cepat kembali dipakai.

Dalam pengujian yang disebutkan, baterainya mampu bertahan hingga 8 jam Screen-on Time untuk penggunaan berat seperti menonton video, kerja, dan gaming ringan. Pengisian dayanya diklaim bisa mencapai 42% dalam 40 menit dan penuh dalam sekitar 1 jam 20 menit.

Waktu isi ulang itu jauh lebih singkat dibanding pendahulunya yang membutuhkan sekitar 2,5 jam. Bagi pengguna yang sering berpindah aktivitas, selisih ini bisa menjadi alasan penting untuk melirik model baru.

Masih ada kompromi yang harus diterima

Meski fiturnya naik kelas, Galaxy Tab A11 Plus tetap menyimpan beberapa batasan. Tablet ini belum mendukung S Pen resmi bawaan Samsung.

Pengguna masih bisa memakai stylus universal pihak ketiga, tetapi tanpa palm rejection. Selain itu, sektor kamera dan absennya pin magnetik untuk keyboard fisik ikut membantu Samsung menjaga biaya produksi tetap rendah.

Di tengah kompromi tersebut, Galaxy Tab A11 Plus tetap tampil menarik untuk sekolah, kuliah, dan kerja ringan. Dengan RAM lebih besar, storage lebih lega, DeX, dan charging 25W, tablet ini menawarkan paket yang sulit ditemukan di kelas harga yang sama.

Terbaru