Galaxy S27 Pecah Lagi, Dua Model Snapdragon Global Dua Lainnya Masih Exynos

Samsung diperkirakan akan kembali bermain aman sekaligus agresif di Galaxy S27. Bocoran terbaru dan pernyataan Qualcomm sama-sama mengarah pada satu pola: dua model teratas akan memakai Snapdragon secara global, sementara dua model lain masih membuka ruang untuk Exynos di pasar tertentu.

Sinyal itu penting karena menunjukkan strategi chipset Samsung belum berubah arah total, tetapi pembagiannya terlihat akan dibuat lebih tegas. Jika skema ini benar, Galaxy S27 akan menjadi lini flagship dengan konfigurasi yang lebih jelas dibanding generasi sebelumnya.

Qualcomm sudah mengonfirmasi dalam panggilan terbaru bersama investor dan analis bahwa Samsung tetap menjalankan strategi dual-AP pada 2027. Cristiano Amon bahkan menyebut kemitraan itu dipetakan untuk porsi lebih dari 70% perangkat Galaxy S27.

Angka tersebut memberi gambaran bahwa Snapdragon masih akan memegang peran utama di lini premium Samsung. Qualcomm juga menyebut bahwa pembagian bisnis dengan Samsung dulu berada di kisaran 50% antara Snapdragon dan silikon in-house Samsung, lalu kini bergeser menjadi lebih dari 70%.

Empat model, bukan tiga

Bocoran dari seorang pembocor informasi asal Korea Selatan kemudian menambah detail yang lebih spesifik. Dalam skenario itu, Galaxy S27 disebut hadir dalam empat model, yakni Galaxy S27, Galaxy S27 Plus, Galaxy S27 Pro, dan Galaxy S27 Ultra.

Kehadiran Galaxy S27 Pro menjadi bagian paling menarik dari susunan baru itu. Model ini disebut sebagai pendatang baru di kelas harga atas, sementara lini ultra-tipis Galaxy S25 Edge tampaknya tidak mendapat penerus.

Dua model teratas fokus Snapdragon

Dalam skenario yang beredar, Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra akan memakai Snapdragon di seluruh dunia. Artinya, dua model paling tinggi di keluarga Galaxy S27 akan konsisten menggunakan platform Qualcomm tanpa pembatasan regional.

Di sisi lain, Galaxy S27 dan Galaxy S27 Plus masih disebut bisa memakai Snapdragon atau Exynos tergantung wilayah. Pola ini membuat dua model dasar tetap fleksibel untuk kebutuhan biaya dan distribusi, sambil menjaga kelas atas tetap terkunci pada Snapdragon.

Model Pro juga dikabarkan mewarisi sebagian fitur dari Galaxy S27 Ultra. Namun, perangkat itu tidak membawa S Pen, sehingga posisinya tampak disiapkan sebagai varian yang mendekati Ultra tanpa menyamai level tertinggi Samsung.

Exynos belum hilang dari peta

Informasi yang beredar ini belum mendapat konfirmasi resmi dari Samsung maupun Qualcomm. Sampai saat ini juga belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana pembagian chipset akan dilakukan per model dan per wilayah.

Meski begitu, pola yang muncul tetap masuk akal jika melihat arah bisnis Qualcomm. Dengan klaim porsi lebih dari 70% untuk Galaxy S27, masih ada ruang bagi Samsung untuk mempertahankan Exynos di sebagian pasar tanpa mengurangi dominasi Snapdragon.

Skema tersebut juga sejalan dengan kebiasaan Samsung yang masih menyesuaikan strategi menjelang peluncuran. Pada Galaxy S26, perusahaan disebut sempat mengubah rencana sangat terlambat, bahkan membatalkan Galaxy S26 Edge yang hampir selesai dikembangkan pada Oktober tahun sebelumnya.

Karena itu, pembagian Snapdragon dan Exynos pada Galaxy S27 masih bisa berubah lagi sebelum peluncuran. Namun untuk sementara, kombinasi pernyataan Qualcomm dan bocoran dari Korea Selatan sudah memberi gambaran awal bahwa Samsung tampaknya ingin menjadikan Snapdragon sebagai tulang punggung utama, sambil tetap menyisakan Exynos di sebagian varian dan pasar.

Source: www.notebookcheck.net
Terkait