Galaxy S26 Ultra Makin Gampang Selamatkan Foto Konser, Edit AI-nya Jauh Lebih Bebas

Author: Cung Media

Samsung Galaxy S26 Ultra tidak hanya mengandalkan hasil foto konser yang kuat, tetapi juga menawarkan jalan keluar saat momen yang tertangkap ternyata kurang ideal. Di perangkat ini, Generative Edit terasa jauh lebih fleksibel untuk memperbaiki foto yang terganggu objek lain, komposisi miring, atau kerumunan penonton.

Fleksibilitas itu penting karena foto konser sering hanya punya satu kesempatan. Begitu momen lewat, pengguna biasanya tidak bisa mengulang pengambilan gambar, sehingga kemampuan penyuntingan setelah pemotretan menjadi nilai tambah yang besar.

AI Eraser jadi penyelamat cepat untuk gangguan visual

AI Eraser masih menjadi fitur paling praktis untuk membersihkan elemen yang mengganggu foto. Dengan alat ini, tangan penonton, photobomb, hingga sampah di lantai bisa dihapus hanya dalam hitungan detik lewat aplikasi galeri.

Setelah objek hilang, Galaxy AI mengisi area kosong secara otomatis agar menyatu dengan latar belakang. Hasilnya terlihat rapi dan tidak meninggalkan bekas editan yang mencolok, termasuk pada foto panggung yang punya detail visual kompleks.

Dalam pengujian pada foto miring anggota Cortis, Juhoon, fitur ini juga membantu memperbaiki masalah yang lebih rumit. Speaker gantung yang menutupi bagian foto bisa dihapus lebih dulu, lalu komposisi diluruskan dengan fitur Move.

Fitur Fungsi Utama Manfaat di Foto Konser
AI Eraser Menghapus objek pengganggu Membersihkan tangan penonton, photobomb, dan sampah dengan cepat
Create Manipulasi berbasis teks Mengubah elemen visual tanpa masking manual
Keep Editing Melanjutkan beberapa aksi edit dalam satu sesi Membuat alur penyuntingan lebih efisien

Create memberi ruang manipulasi berbasis teks

Peningkatan yang paling menarik datang dari fitur Create. Pengguna bisa mengubah elemen foto lewat perintah teks, tanpa harus melakukan masking manual untuk bagian tertentu.

Pada pengujian, warna pakaian penampil konser diubah menjadi nuansa merah dan hijau sesuai konsep lagu “REDRED” milik Cortis. Perubahan itu tetap terlihat natural, sehingga hasil akhirnya masih terasa seperti foto konser, bukan gambar yang dipaksakan ulang.

Untuk pengguna yang sering mendokumentasikan pertunjukan, pendekatan ini membantu menyesuaikan suasana visual dengan tema panggung. Prosesnya juga lebih sederhana dibanding pengeditan manual yang biasanya memakan waktu lebih lama.

Keep Editing membuat alur kerja lebih efisien

Pembaruan lain yang berguna adalah Keep Editing. Opsi ini memungkinkan pengguna menyusun layering berbagai tindakan dalam satu sesi pengeditan tanpa harus menyimpan lalu membuka ulang foto berkali-kali.

Dengan alur tersebut, pengguna bisa menghapus objek, mengubah outfit, memindahkan posisi, lalu menambahkan gaya visual secara berurutan. Hasilnya, proses editing terasa lebih mulus untuk kebutuhan pascakonser yang serba cepat.

Di situasi konser yang penuh gerakan, fitur seperti ini memberi keuntungan nyata. Pengguna tidak perlu berpindah-pindah proses hanya untuk menyelesaikan satu foto yang ingin disimpan atau dibagikan.

Kualitas tangkapan awal tetap jadi penentu

Meski Generative Edit makin canggih, kondisi konser tetap menuntut ketelitian saat memotret. Pencahayaan yang berubah cepat dan kerumunan penonton membuat hasil awal tetap perlu diambil sebaik mungkin sebelum masuk ke tahap pengeditan.

Itu berarti AI di Galaxy S26 Ultra lebih tepat dipandang sebagai penyempurna, bukan pengganti foto yang baik sejak awal. Di sisi lain, fleksibilitas ini memberi ruang lebih besar untuk menyelamatkan foto yang semula tampak gagal.

Generative Edit juga disebut gratis dan tersedia di ponsel Samsung lainnya. Namun di Galaxy S26 Ultra, kombinasi AI Eraser, Create, dan Keep Editing terasa lebih matang untuk kebutuhan foto konser yang dinamis dan sulit diprediksi.

Terbaru