Galaxy A27 5G Tak Bawa DeX, Tapi Hadirkan Layar 120Hz, AI, Dan Update 6 Tahun

Author: Cung Media

Samsung Galaxy A27 5G datang dengan satu keputusan yang cukup tegas: tanpa DeX. Di saat banyak pengguna kelas menengah berharap fitur produktivitas premium itu ikut turun kelas, Samsung justru mempertahankannya sebagai pembeda lini flagship.

Alasannya bukan sekadar soal strategi produk. Samsung menilai DeX membutuhkan perangkat keras yang lebih kuat, manajemen termal yang baik, serta RAM dan bandwidth memori yang memadai agar pengalaman desktop tetap mulus.

Kenapa DeX tidak hadir di Galaxy A27 5G

Galaxy A27 5G menggunakan Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3 berbasis 4nm. Chipset ini efisien untuk aktivitas harian, tetapi bukan pilihan ideal untuk beban kerja DeX yang lebih berat.

Jika dipaksakan, Samsung menilai perangkat berisiko mengalami lag, panas berlebih, dan pengalaman yang tidak stabil. Karena itu, DeX tetap dipertahankan sebagai fitur pembeda utama pada Galaxy S dan Z Series.

Layar 120Hz dan spesifikasi inti yang tetap menarik

Meski tanpa DeX, Galaxy A27 5G tetap membawa paket spesifikasi yang cukup kompetitif di kelas menengah. Harga dasarnya berada di sekitar $349,99 atau sekitar Rp5,3 juta.

Komponen Spesifikasi
Layar 6,7 inci Super AMOLED
Resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel)
Refresh rate 120Hz
Chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3 (4nm)
RAM 6GB / 8GB
Penyimpanan 128GB / 256GB
Ekspansi microSD hingga 2TB

Salah satu daya tarik paling menonjol datang dari layar 6,7 inci Super AMOLED dengan refresh rate 120Hz. Ini juga disebut sebagai pertama kalinya seri A2x memakai layar AMOLED 120Hz.

Kamera, baterai, dan bantuan AI

Untuk kamera, Samsung membekali Galaxy A27 5G dengan sensor utama 50 MP f/1.8. Di bagian belakang ada kamera ultrawide 5 MP f/2.2 dan kamera macro 2 MP f/2.4, sementara kamera depan hadir dengan resolusi 12 MP f/2.2.

Susunan kamera tersebut tidak diarahkan untuk kebutuhan profesional, tetapi Samsung mengandalkan algoritma AI untuk membantu optimasi warna, pencahayaan, dan detail pada foto. Di sisi daya, perangkat ini memakai baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 25W, tanpa adaptor pengisi daya di dalam kotak.

Samsung memproyeksikan daya tahan baterainya bisa mencapai 1,5 hingga 2 hari untuk penggunaan normal. Kombinasi kapasitas besar dan efisiensi chipset menjadi salah satu nilai jual penting di kelasnya.

Fitur AI dan dukungan software yang lebih panjang

Galaxy A27 5G juga membawa integrasi Galaxy AI yang cukup dalam. Fitur yang disorot mencakup Circle to Search dengan kemampuan multi-object recognition, Object Eraser, dukungan native untuk Google Gemini dan Perplexity AI, serta terjemahan real-time di panggilan dan pesan.

Kehadiran fitur-fitur itu menarik karena biasanya lebih identik dengan perangkat flagship. Samsung tampak ingin memperluas pengalaman AI ke pengguna yang lebih luas lewat lini menengah ini.

Poin lain yang paling menonjol ada pada komitmen pembaruan software. Samsung menjanjikan 6 generasi upgrade Android, dari Android 16 hingga Android 22, serta 6 tahun pembaruan keamanan bulanan.

Dengan kebijakan tersebut, Galaxy A27 5G diposisikan sebagai perangkat yang relevan untuk penggunaan jangka panjang. Nilai pakainya menjadi lebih kuat karena umur dukungan software yang jauh lebih panjang dari banyak ponsel di kelas harga serupa.

Desain minimalis dan jadwal rilis

Dari sisi tampilan, Galaxy A27 5G mengusung desain minimalis dengan layar datar, bingkai samping ramping, dan modul kamera belakang berbentuk pil. Tombol power dan volume juga dibuat bertekstur timbul agar lebih mudah diraba.

Samsung menyiapkan empat pilihan warna, yaitu Black, Blue, Light Green, dan Light Pink. Peluncuran global dijadwalkan pada 3 Juli 2026, sedangkan penjualan di AS dibuka pada 14 Juli 2026.

Perangkat ini akan dijual melalui situs Samsung, operator mitra, serta ritel besar seperti Best Buy dan Amazon. Di kelas menengah, Galaxy A27 5G menonjol bukan karena DeX, melainkan karena layar 120Hz, fitur AI, dan dukungan software panjang yang jarang ditawarkan sekaligus.

Terbaru