Gaji Besar Menanti Manajer Kopdes Merah Putih, SOP Dan Kinerja Harus Tegas

Program rekrutmen manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menarik perhatian karena menawarkan skema kerja profesional dengan tanggung jawab besar. Di tengah pembahasan soal ribuan formasi yang dibuka, sorotan publik juga tertuju pada besaran gaji yang diperkirakan bisa berada di kisaran Rp 7,5 juta hingga Rp 50 juta per bulan.

Namun, angka gaji bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Justru yang paling ditekankan adalah kejelasan standar operasional prosedur atau SOP, indikator kinerja, dan ruang tugas manajer agar posisi ini tidak hanya berakhir sebagai pekerjaan administratif biasa.

Peran manajer harus jelas sejak awal

Pengamat koperasi sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Koperasi, Agung Sujatmiko, menilai penempatan manajer Kopdes Merah Putih perlu memiliki dasar kerja yang tegas. Ia menegaskan bahwa status dan kedudukan manajer di dalam koperasi harus dipahami sejak awal agar tidak menimbulkan tumpang tindih peran.

“Peran manajer yang ditempatkan itu harus jelas, termasuk status dan kedudukannya di koperasi,” ujar Agung dikutip dari Antara. Penegasan itu penting karena manajer tidak hanya mengurus operasional harian, tetapi juga membawa mandat program pemerintah yang berkaitan dengan penguatan koperasi desa.

Jika peran tidak dirumuskan dengan baik, pengelolaan koperasi berisiko berjalan tidak konsisten. Dalam kondisi seperti itu, evaluasi pun akan sulit dilakukan karena batas tanggung jawab tidak terlihat jelas.

SOP dan ukuran kerja jadi penentu

Agung menilai SOP harus disusun secara rinci agar pembagian tugas, fungsi, dan kewenangan manajer bisa dipahami dengan baik. Tanpa pedoman yang jelas, posisi manajer rawan berubah menjadi jabatan yang sibuk secara administratif, tetapi tidak memberi dampak nyata pada perkembangan koperasi.

Ia juga menekankan pentingnya indikator kinerja yang terukur. Ukuran keberhasilan tidak cukup dinilai dari aktivitas kerja harian, melainkan dari hasil konkret yang mendorong koperasi tumbuh dan berfungsi lebih baik.

Dalam pandangannya, manajer Kopdes Merah Putih harus menjadi agregator dan konsolidator ekonomi di desa. Dengan begitu, tugasnya tidak berhenti pada pengurusan dokumen, tetapi bergerak ke arah penciptaan nilai tambah bagi koperasi dan masyarakat sekitar.

Gaji besar harus sejalan dengan beban kerja

Pembahasan soal gaji ikut mengemuka karena posisi ini dipandang memiliki mandat besar. Meski skema resmi belum diumumkan, kisaran Rp 7,5 juta hingga Rp 50 juta per bulan disebut mengacu pada standar manajer di Indonesia, tergantung kualifikasi dan pengalaman.

Besaran itu membuat publik wajar menaruh ekspektasi tinggi terhadap profesionalitas calon manajer. Karena itu, transparansi mengenai tugas, SOP, dan indikator kinerja menjadi penting agar kompensasi yang diberikan benar-benar sejalan dengan tanggung jawab di lapangan.

Konteks ini juga memperlihatkan bahwa manajer Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai tenaga profesional. Mereka diharapkan bukan hanya menjaga operasional koperasi, tetapi juga membantu menciptakan pengelolaan yang lebih modern dan terukur.

Rekrutmen 30.000 formasi dan skema kerja

Pemerintah telah membuka rekrutmen 30.000 formasi manajer Kopdes Merah Putih sejak 15 hingga 24 April 2026. Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu atau PKWT selama dua tahun.

Skema itu menunjukkan bahwa penempatan manajer dirancang sebagai pekerjaan profesional, bukan sekadar penugasan administratif. Posisi ini diharapkan mampu membantu koperasi desa bekerja lebih efektif dan mendukung penguatan ekonomi nasional.

Agung juga menyoroti pentingnya kemampuan inovasi dalam diri manajer yang direkrut. Ia menyebut pengolahan hasil pertanian atau komoditas lokal perlu menjadi perhatian agar produk desa tidak berhenti sebagai bahan mentah.

Dorongan agar ekonomi desa naik kelas

Selain inovasi, distribusi produk juga menjadi bagian penting dari pekerjaan manajer. Produk desa perlu menjangkau pasar yang lebih luas agar nilai ekonominya meningkat dan koperasi punya daya saing lebih baik.

Dengan sistem yang kuat, jalur pemasaran bisa berkembang dari tingkat regional hingga nasional, bahkan ekspor. Di titik ini, kualitas SDM manajer menjadi faktor penentu karena mereka akan berhadapan langsung dengan tantangan pengelolaan usaha dan pengembangan pasar.

Program Kopdes Merah Putih pun kini berada di titik penting, karena publik akan menilai keberhasilannya dari banyak hal sekaligus. Gaji yang besar, SOP yang tegas, dan indikator kinerja yang jelas menjadi tiga unsur yang tidak bisa dipisahkan jika manajer ingin benar-benar memberi hasil nyata bagi koperasi desa.

Source: www.beritasatu.com
Terkait