Full Tank Pajero Sport Tembus Rp 2 Juta, 5 Kebiasaan Nyetir Ini Bisa Hemat Solar

Kenaikan harga BBM diesel membuat biaya harian pemilik SUV diesel ikut naik tajam. Untuk Mitsubishi Pajero Sport, ongkos isi tangki penuh kini bisa menembus Rp 2.100.520 jika memakai Shell V-Power Diesel atau Vivo Primus dari kondisi kosong.

Situasi itu membuat efisiensi berkendara jadi lebih penting daripada sebelumnya. Pada mobil seperti Pajero Sport, cara mengemudi kini punya pengaruh besar terhadap seberapa cepat biaya bahan bakar membengkak.

Harga diesel nonsubsidi saat ini juga berada di level tinggi. Dexlite disebut berada di Rp 26.000 per liter, sementara produk diesel di Shell dan Vivo mencapai Rp 30.890 per liter.

Lima kebiasaan nyetir yang paling membantu irit BBM

Kebiasaan pertama adalah menginjak pedal gas secara halus. Mesin diesel Pajero Sport dikenal responsif, sehingga sedikit injakan saja sudah cukup untuk menghasilkan torsi besar.

Karena itu, pengemudi tidak perlu terlalu agresif saat mulai bergerak atau saat berakselerasi. Gas yang ditekan berlebihan justru membuat suplai bahan bakar lebih boros tanpa selalu memberi manfaat sebanding.

Kebiasaan kedua adalah menjaga putaran mesin tetap ideal. Pajero Sport memakai transmisi 8 percepatan yang dirancang agar mesin bekerja pada RPM rendah saat mobil melaju stabil.

Kickdown sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan jika tidak diperlukan. Saat transmisi dipaksa turun gigi, putaran mesin naik dan konsumsi solar ikut bertambah.

Kebiasaan ketiga adalah menjaga momentum kendaraan. Saat mobil sudah melaju stabil, ritmenya sebaiknya dipertahankan agar tidak terlalu sering kehilangan kecepatan lalu harus berakselerasi lagi.

Terlalu sering menginjak rem membuat kendaraan kehilangan momentum. Setelah itu mesin harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan kecepatan, dan kondisi ini membuat pemakaian BBM menjadi lebih tinggi.

Kebiasaan keempat ada pada tekanan angin ban. Ban yang kurang angin meningkatkan rolling resistance, sehingga mesin harus bekerja lebih berat untuk menggerakkan mobil.

Beban kerja tambahan itu terasa langsung dalam penggunaan harian. Menjaga tekanan angin ban tetap ideal menjadi langkah sederhana yang bisa membantu konsumsi BBM lebih terkendali.

Kebiasaan kelima adalah menjaga perawatan berkala tetap rapi. Filter udara yang kotor, filter solar yang tersumbat, atau oli yang kualitasnya menurun dapat membuat mesin bekerja lebih berat dari semestinya.

Jika komponen tidak prima, pembakaran dan kerja mesin tidak berlangsung optimal. Dampaknya tidak hanya pada performa, tetapi juga pada konsumsi bahan bakar yang bisa menjadi lebih boros.

Efisiensi tetap perlu didukung kondisi mobil

Mitsubishi Indonesia menyebut Pajero Sport punya catatan konsumsi BBM yang efisien di kelasnya. SUV ini menggunakan mesin 4N15 2.4L MIVEC turbocharger yang secara desain disetel untuk mendukung efisiensi.

Namun efisiensi itu tidak akan bekerja maksimal jika pola mengemudi boros. Teknologi mesin dan transmisi tetap membutuhkan dukungan gaya berkendara yang tepat agar konsumsi bahan bakar tetap terkendali.

Di tengah harga solar nonsubsidi yang tinggi, selisih per liter langsung terasa saat pengisian penuh. Karena itu, kebiasaan berkendara yang efisien menjadi langkah paling realistis untuk menahan lonjakan biaya.

Mengemudi halus, menjaga RPM tetap rendah saat cruising, meminimalkan pengereman yang tidak perlu, serta memastikan ban dan kondisi mesin tetap prima dapat membantu pemilik Pajero Sport menggunakan solar lebih hemat. Bagi pemilik SUV diesel besar, cara mengemudi kini sama pentingnya dengan jenis BBM yang dipilih.

Source: oto.detik.com

Baca Juga

Back to top button