
Joaquín Freitas akhirnya mendapat panggung yang lama ditunggu. Penyerang River itu menjalani debut bersama tim nasional Argentina saat menghadapi Honduras, dan momen tersebut membuka babak baru dalam perjalanan kariernya di level senior.
Debut itu terasa istimewa karena datang setelah performa yang menanjak bersama River. Freitas masuk dalam situasi yang ideal, saat Argentina sudah unggul 2-0, sehingga ia bisa merasakan langsung atmosfer bersama Albiceleste tanpa beban pertandingan yang terlalu besar.
Dari River ke Selección Argentina
Nama Freitas sempat tidak masuk dalam prelist 55 pemain untuk Piala Dunia. Namun, Lionel Scaloni tetap memberinya kesempatan dengan memanggilnya untuk rangkaian uji coba melawan Honduras dan Islandia.
Keputusan itu menunjukkan bahwa penampilan sang penyerang di River benar-benar mendapat perhatian. Dalam semester pertama 2026, ia tampil sebagai salah satu kemunculan muda paling menonjol di skuad Millonario.
Freitas lahir di San Fernando dan kini berusia 19 tahun. Ia mulai menorehkan jejak penting di River dengan catatan 20 pertandingan, satu gol, dan kontribusi yang terasa dalam final Apertura melawan Belgrano.
Debut yang lahir dari proses
Saat melawan Honduras, Freitas masuk di babak kedua. Ia sempat beberapa kali menyentuh bola dan mulai membangun rasa percaya diri dalam seragam nasional.
Bagi Argentina, penampilan itu bukan sekadar rotasi biasa. Bagi Freitas, itu adalah pengakuan atas kerja keras dan perkembangan yang ia tunjukkan di klub yang membesarkan namanya.
Pencapaian tersebut juga menegaskan betapa cepatnya jalur kariernya bergerak. Dari tampil konsisten di River, ia kini sudah mendapat ruang untuk diperhitungkan di level tim nasional senior.
Masih ada peluang menambah menit bermain
Perjalanan Freitas bersama Argentina belum selesai. Masih ada laga melawan Islandia di Alabama, dan pertandingan itu membuka kemungkinan baginya untuk kembali turun ke lapangan.
Setelah rangkaian laga uji coba tersebut, perhatian Argentina akan beralih ke debut mundial melawan Argelia. Bagi Freitas, setiap menit tambahan akan semakin penting untuk memperkuat posisinya di lingkungan tim nasional.
River juga melahirkan debutan lain
Malam itu tidak hanya menjadi spesial untuk Freitas. Santiago Beltrán, penjaga gawang muda River berusia 21 tahun, juga menjalani debut internasionalnya dalam laga yang sama.
Beltrán masuk saat laga menyisakan 10 menit. Karena Honduras tidak banyak menekan, ia hampir tidak mendapat pekerjaan berarti di bawah mistar.
Sama seperti Freitas, Beltrán juga tidak masuk daftar Piala Dunia. Meski begitu, kesempatan tampil di Amerika Serikat tetap menjadi pengalaman berharga bagi kiper muda tersebut.
Dua debut dalam satu hari membuat River mendapat sorotan tambahan. Klub asal Buenos Aires itu kembali menunjukkan bahwa para pemain mudanya mulai mendapat tempat dalam proyek jangka panjang Scaloni.
Untuk Freitas, debut melawan Honduras hanyalah awal. Perjalanan berikutnya akan ditentukan oleh bagaimana ia memanfaatkan setiap peluang yang datang di tim nasional dan menjaga laju positifnya bersama River.
Source: lapaginamillonaria.com




