Freelander 8 kini bergerak dari tahap perkenalan menuju pasar. Wujud versi produksi massalnya sudah muncul ke publik, dan model ini disiapkan sebagai SUV pertama Freelander di bawah naungan Chery Group untuk penjualan global.
Kehadiran versi final ini penting karena menandai kebangkitan nama Freelander lewat kolaborasi Chery dengan Jaguar Land Rover. Produksi massalnya juga sudah diarahkan pada paruh kedua 2026.
Desain besar dengan rasa premium
Freelander 8 hadir dengan bahasa desain SUV modern yang tegas dan berkarakter off-road. Bodinya dibuat cenderung kotak dengan proporsi besar, sehingga memberi kesan tangguh sekaligus premium.
Dimensinya juga tidak kecil. Panjangnya lebih dari 5,1 meter dengan wheelbase sekitar 3 meter, kombinasi yang dirancang untuk menghadirkan kabin lapang dan nyaman untuk perjalanan jauh.
Ukuran tersebut menempatkan Freelander 8 bukan hanya sebagai SUV bergaya gagah, tetapi juga sebagai model yang mengejar fungsi. Ruang kabin yang lega menjadi salah satu nilai jual utamanya di segmen SUV keluarga besar dan premium.
Teknologi menjadi kartu utama
Di sektor teknologi, Freelander 8 membawa perangkat keras yang tergolong mutakhir. Sistem infotainment dan komputasi kendaraan ditopang chipset Qualcomm Snapdragon generasi terbaru.
Untuk bantuan berkendara, SUV ini memakai sistem ADAS yang dikembangkan bersama Huawei. Dukungan sensor LiDAR beresolusi tinggi ikut dipasang untuk membantu membaca kondisi sekitar kendaraan dengan lebih presisi.
Kombinasi itu memungkinkan hadirnya fitur semi-otonom yang bekerja secara real-time. Fungsinya membantu pengemudi di berbagai situasi, bukan mengambil alih kendali sepenuhnya.
Fokus besar pada teknologi menunjukkan bahwa Freelander 8 tidak hanya mengandalkan nama kolaborasi industrinya. Mobil ini juga diposisikan sebagai SUV modern yang menonjol lewat konektivitas, komputasi cepat, dan sistem bantuan mengemudi yang canggih.
Mode listrik lebih dari 200 km
Freelander 8 tidak sepenuhnya mengandalkan mesin konvensional. SUV ini memakai sistem range-extended electric vehicle atau REEV.
Mesin bensin 1.5 liter turbo berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Sementara itu, motor listrik menjadi sumber utama tenaga untuk menggerakkan roda.
Pendekatan ini memberi karakter berbeda dari SUV bensin biasa. Penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama membuat efisiensi dan pengalaman berkendara elektrik menjadi fokus pengembangan.
Baterai berkapasitas besar yang disuplai CATL disebut memungkinkan mode listrik penuh hingga lebih dari 200 km. Jarak itu cukup signifikan untuk penggunaan harian tanpa harus terus bergantung pada konsumsi bahan bakar.
Sistem REEV membuat Freelander 8 berada di posisi tengah yang menarik bagi pasar elektrifikasi. Mobil ini menawarkan rasa berkendara mobil listrik, tetapi tetap dibantu generator saat daya baterai menurun.
Masih disiapkan untuk medan menantang
Meski elektrifikasi menjadi sorotan, Freelander 8 tetap disiapkan untuk berbagai kondisi jalan. SUV ini dibekali sistem penggerak all-wheel drive, differential lock, dan suspensi udara adaptif.
Suspensi udara adaptif memungkinkan penyesuaian tinggi kendaraan sesuai kebutuhan medan. Paket ini menegaskan bahwa karakter off-road pada tampilannya bukan sekadar gaya.
Mobil ini diposisikan untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus, yaitu penggunaan urban premium dan kemampuan melibas medan yang lebih menantang. Dengan begitu, Freelander 8 mencoba masuk ke ruang yang kini ramai diisi SUV elektrifikasi besar.
Di pasar China, Freelander 8 diperkirakan dijual pada kisaran 300.000 yuan. Di kelas itu, model ini akan berhadapan langsung dengan nama-nama seperti Li Auto L8 dan Aito M7.
Persaingan tersebut menunjukkan target Freelander 8 sudah cukup jelas. Chery menempatkan model ini di segmen SUV elektrifikasi berukuran besar yang menggabungkan teknologi tinggi, kabin lega, kemampuan semi-otonom, dan karakter petualang dalam satu paket.
Source: otodriver.com






