Ford tengah menikmati perubahan citra yang jarang terjadi. Merek berlogo oval biru itu bukan lagi sekadar nama yang sering dikaitkan dengan recall, melainkan menjadi brand mainstream terbaik dalam studi initial quality terbaru JD Power.
Hasil itu terasa kontras dengan catatan Ford di sisi lain. Perusahaan ini menjalankan 153 kampanye recall tahun lalu dan sudah mengeluarkan 51 recall pada 2026, jauh di atas Stellantis, GM, dan Toyota.
Lompatan besar dalam 90 hari pertama
JD Power mengukur masalah yang dialami pemilik dalam 90 hari pertama kepemilikan. Tahun ini, kualitas kendaraan baru secara keseluruhan meningkat tajam, dengan gangguan yang dilaporkan turun di sembilan dari 10 kategori penilaian.
Rata-rata industri membaik dari 192 menjadi 175 masalah per 100 kendaraan atau PP100. Ford mencatat 152 PP100 dan menempati posisi teratas di antara merek mainstream, mengungguli Nissan dengan 156 PP100 dan Buick dengan 162 PP100.
Dengan hasil itu, Ford juga naik ke posisi ketiga secara keseluruhan. Genesis berada di urutan kedua dengan 151 PP100, sedangkan Lexus turun ke posisi keempat setelah sebelumnya memimpin.
Tiga model Ford ikut membawa hasil
Ford juga membawa pulang tiga penghargaan untuk kendaraan dengan peringkat tertinggi di segmennya. Tiga model itu adalah Mustang, F-150, dan F-Series Super Duty.
Perusahaan menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja selama 16 tahun. Ford juga mengatakan perbaikannya sangat besar karena berhasil mencatat 41 masalah lebih sedikit per 100 kendaraan dibandingkan tahun lalu.
CEO Jim Farley mengatakan banyak pihak dulu meragukan kemampuan perusahaan Amerika dengan tenaga kerja besar untuk bersaing dalam kualitas. Ia menegaskan Ford kini bukan hanya produsen mobil paling Amerika, tetapi juga “gold standard” untuk kualitas kendaraan baru.
Infotainment dan pemasok jadi titik balik
Ford mengaitkan hasil tersebut dengan kerja panjang untuk memperbaiki pengalaman infotainment. Perusahaan juga menggabungkan tim dan melibatkan pemasok lebih awal agar masalah saat peluncuran bisa ditekan.
Langkah ini penting karena JD Power menyebut sistem infotainment sebagai penarik terbesar ke bawah. Masalah konektivitas terus menekan pengalaman pelanggan, dan isu Android Auto serta Apple CarPlay menyumbang kenaikan 1,4 PP100 dalam laporan masalah.
JD Power juga menyoroti komponen yang terlihat sederhana bisa memberi dampak besar. Cup holder disebut sebagai kontributor terbesar terhadap peningkatan initial quality tahun ini karena lokasinya lebih mudah dijangkau dan mampu menampung berbagai ukuran gelas atau botol.
Porsche tetap di puncak keseluruhan
Meski Ford memimpin di kelas mainstream, Porsche merebut posisi teratas secara keseluruhan dengan 138 PP100. Porsche 911 juga dinobatkan sebagai kendaraan dengan initial quality terbaik secara umum dan mengalahkan Chevrolet Corvette di segmen premium sporty car.
Porsche Cars North America CEO Timo Resch mengatakan penghargaan itu mencerminkan fokus teliti pada detail terkecil yang dikerjakan para insinyur mereka. Ford memang belum melampaui Porsche, tetapi lonjakan kualitasnya tetap menjadi cerita terbesar di kelas arus utama.
Beberapa kejutan lain di daftar
Infiniti menutup daftar dengan 235 PP100 meski membaik dari 242 pada tahun sebelumnya. Audi sempat berada di posisi terbawah pada 2025 dengan 269 PP100, lalu membaik menjadi 225 PP100 dan naik tiga peringkat.
Land Rover juga mencatat kemajuan dari 208 menjadi 173 PP100, meski masih sedikit di atas rata-rata. Lexus turun dari posisi pertama ke posisi keempat, sementara Lincoln naik dua posisi dan menempati urutan keenam di antara merek premium.
Di level model, pemenang lain muncul di berbagai segmen, mulai dari Kia K4, Hyundai Sonata, dan Cadillac CT4 hingga BMW Seri 2, Seri 5, dan Seri 8. Nama lain yang ikut masuk daftar adalah Nissan Rogue, Chevrolet Blazer, Hyundai Venue, Subaru Ascent, Chevrolet Tahoe, Toyota Sequoia, Cadillac XT5, Lexus NX, BMW X2, X6, X7, Kia Carnival, dan Hyundai Santa Cruz.
Source: www.carscoops.com






