Ford Balik Mengandalkan Insinyur Senior, AI Tak Cukup Jaga Kualitas Mobil

Ford mengambil langkah yang cukup jarang di tengah dorongan otomatisasi: perusahaan itu kembali memanggil insinyur veteran yang sempat terkena PHK setelah kualitas produksinya terganggu oleh ketergantungan pada AI. Keputusan ini menunjukkan bahwa teknologi canggih tidak selalu cukup bila pengalaman lapangan ikut dipangkas.

Hasilnya cepat terasa. Kualitas mobil Ford naik signifikan, lalu perusahaan meraih JD Power US Initial Quality Study 2026, penghargaan kualitas pertama mereka dalam 16 tahun.

AI tetap dipakai, tetapi tidak lagi dijadikan tumpuan tunggal

Charles Poon, VP Vehicle Engineering Ford, menegaskan bahwa AI adalah alat yang sangat berguna. Namun, performanya hanya sebaik data yang dipakai untuk melatihnya.

Menurut Poon, Ford dalam beberapa tahun terakhir kurang memberi perhatian pada pengetahuan para insinyur berpengalaman di tengah siklus pengembangan produk. Perusahaan sempat berharap AI yang sudah dilatih dengan syarat desain bisa langsung menghasilkan mobil berkualitas tinggi, tetapi hasilnya belum menyamai kinerja karyawan veteran.

Kini Ford mengubah pendekatan itu. Poon mengatakan perusahaan harus memastikan AI dilatih oleh orang-orang yang paling berpengalaman jika ingin mendorong otomatisasi secara efektif.

300 insinyur veteran kembali masuk ke proses desain

Ford telah merekrut 300 insinyur veteran di divisi rekayasa kendaraan bermotor dalam beberapa tahun terakhir. Mereka tidak terikat jadwal produksi harian dan bekerja seperti auditor internal.

Tugas mereka adalah meninjau desain lebih awal untuk mendeteksi potensi kegagalan sebelum cetak biru dipakai di pabrik. Dengan cara ini, Ford berharap masalah produksi bisa ditekan sejak tahap perencanaan.

AspekRincian
Peran insinyur veteranMeninjau desain lebih awal dan mencari potensi kegagalan sebelum produksi
Jumlah yang direkrut300 insinyur veteran
Status kerjaTidak terikat jadwal produksi harian, bekerja seperti auditor internal
Dampak utamaKualitas produk meningkat dan biaya garansi serta recall turun

Perubahan arah tersebut juga berdampak langsung pada keuangan perusahaan. CEO Ford Jim Farley mengatakan kualitas produk yang lebih baik menurunkan biaya garansi dan recall yang biasanya membebani perusahaan.

Kasus Ford memperlihatkan bahwa otomatisasi berbasis AI tidak selalu cukup bila tidak didukung pengalaman manusia. Di industri otomotif, kesalahan desain dan produksi bisa berujung mahal, sehingga peran insinyur senior kembali dianggap penting untuk menjaga kualitas.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait