Samsung semakin dekat membawa Galaxy Z Fold8 ke panggung publik setelah dokumen sertifikasi di India menguatkan keberadaannya. Di saat yang sama, Honor Magic V6 memperlihatkan betapa cepat kelas ponsel lipat bergerak ke level performa yang makin agresif.
Dua arah ini menggambarkan pasar foldable yang tak lagi hanya soal desain lipat. Konsumen kini melihat kompetisi pada perangkat premium yang lebih tipis, lebih ringan, lebih kencang, dan tetap harus punya daya tahan serta kamera yang meyakinkan.
Galaxy Z Fold8 masuk tahap yang makin serius
GSM Arena melaporkan bahwa otoritas sertifikasi India sudah menyetujui Galaxy Z Fold8 dengan nomor model SM-F971B. Sertifikasi itu belum mengungkap spesifikasi teknis, tetapi cukup kuat untuk menandakan perangkat telah memasuki fase akhir sebelum peluncuran publik.
Bocoran sebelumnya menyebut Fold8 akan membawa layar dalam 7,6 inci dengan rasio 4:3. Kamera utamanya dikabarkan beresolusi 50MP, ditemani ultrawide 50MP, baterai 4.800 mAh, dan pengisian kabel 45W.
Bobotnya juga disebut berada di kisaran 200 gram. Jika informasi itu bertahan sampai rilis, Fold8 akan tetap berada di jalur foldable premium yang mengutamakan desain tipis tanpa mengorbankan kemampuan inti.
Galaxy Z Flip8 masih jadi ruang debat chipset
Di lini clamshell, pembahasan terbesar masih berkutat pada pilihan chipset. Tahun lalu Galaxy Z Flip7 hanya memakai Exynos buatan Samsung, tetapi beberapa model Z Flip8 disebut-sebut bisa beralih ke Snapdragon yang lebih kencang.
Isu ini penting karena seri Flip bukan sekadar perangkat lipat vertikal. Samsung juga menempatkannya sebagai perangkat bergaya, dengan posisi simbolis yang kuat di jajaran produk premiumnya.
Galaxy S26 FE ikut mengubah arah desain
Selain foldable, gambar Galaxy S26 FE juga mulai beredar dan memperlihatkan pendekatan yang lebih halus. Desainnya disebut mirip Galaxy S26 reguler, tetapi bagian camera island mendapat penyesuaian.
Perbedaan paling jelas dari Galaxy S25 FE tampaknya ada pada tonjolan kamera baru. Samsung juga disebut memangkas sebagian performa di beberapa sisi agar perangkat tetap terasa premium, namun lebih terjangkau.
Honor Magic V6 menaikkan standar foldable premium
Honor Magic V6 menarik perhatian setelah tampil di Mobile World Congress. Daniel Cooper mencatat bahwa perangkat ini adalah foldable pertama yang hadir dengan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5, dipadukan dengan RAM 15GB dan penyimpanan 512GB.
Kombinasi itu membuat performanya terasa sangat cepat dalam penggunaan nyata. Uji awal menunjukkan perangkat ini belum mudah dibuat tersendat, dan pengalaman bermain gim juga disebut sangat nyaman.
Alternatif Android dan perangkat pendukung ikut bergerak
Murena mengumumkan e/OS/ 4, sistem berbasis Android Open Source Project yang diposisikan sebagai pilihan bagi pengguna yang ingin menjauh dari ekosistem Google. Pembaruan ini membawa aplikasi Maps baru, opsi cloud backup, dan asisten migrasi Gmail.
Murena juga bekerja sama dengan Gigaset untuk menghadirkan ponsel baru yang langsung memakai e/OS/ sejak pertama dinyalakan. GS6 dan GS6 Pro membawa chip Dimensity 7300, layar OLED 6,67 inci 120Hz, RAM 8GB, baterai 5.300mAh yang bisa dilepas, pengisian daya nirkabel 15W, eSIM, rating IP68, dan kamera 64MP+8MP+2MP.
Di sisi lain, Boox Go 6 Gen 2 memperbarui lini eInk Android dengan RAM 3GB dari sebelumnya 2GB. Model ini juga sudah mendukung stylus Boox InkSense Plus, sehingga bisa dipakai untuk sketsa, anotasi dokumen, dan catatan tangan.
Pekan Android yang penuh kejutan kecil
Di luar perangkat premium, iFixit menemukan bahwa Trump Phone emas ternyata menyimpan HTC U24 Pro di balik lapisan luarnya. Perbedaannya hanya pada beberapa elemen kosmetik kecil seperti grill speaker dan pola lubang casing.
Temuan itu menunjukkan bahwa tampilan luar tidak banyak mengubah isi perangkat. Struktur utama, penempatan komponen, dan speaker disebut tetap sama, sehingga perubahan paling mencolok justru ada pada desain permukaannya.







