Finlandia Tak Mau Ulangi Nasib Nokia, Kini Berusaha Agar Eropa Tak Tertinggal di AI

Finlandia bergerak cepat agar Eropa tidak mengulangi kisah Nokia di era kecerdasan buatan. Negara Nordik itu melihat AI sebagai medan baru yang bisa menentukan siapa yang akan unggul dalam teknologi untuk bertahun-tahun ke depan.

Bayang-bayang Nokia masih kuat di Finlandia dan Eropa. Saat dominasi ponsel perlahan bergeser ke ekosistem baru dari Amerika Serikat, benua itu kehilangan simbol kejayaan teknologi konsumen yang pernah sangat besar.

Pelajaran dari jatuhnya Nokia

Selama hampir satu dekade, dari pertengahan 1990-an sampai pertengahan 2000-an, Nokia memimpin pasar ponsel global. Ponselnya dipakai miliaran orang dan mereknya identik dengan teknologi seluler.

Keadaan berubah cepat setelah iPhone muncul pada 2007 dan Android menyusul setahun kemudian. Pada 2014, bisnis ponsel Nokia dijual ke Microsoft, tetapi langkah itu tidak mengembalikan kejayaan yang sudah hilang.

Hari ini, Nokia masih bertahan, tetapi perannya bergeser ke bisnis jaringan telekomunikasi. Di sana pun, pamornya disebut kalah dari Huawei dan Ericsson.

AI jadi panggung perebutan baru

Kini, AI dipandang sebagai gelombang teknologi besar berikutnya. Banyak ahli menempatkannya sejajar dengan internet pada 1990-an atau smartphone pada awal 2000-an.

Persaingan di fase awal ini sangat penting karena posisi awal sering menentukan pemenang di masa depan. Itulah sebabnya Eropa dinilai tidak boleh terlambat lagi masuk ke arena yang sedang dibangun sekarang.

Di pasar AI saat ini, dominasi masih terbagi di dua kubu besar. Di sisi Amerika ada OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta, sedangkan di sisi China ada DeepSeek, Alibaba, dan Baidu.

Finlandia pasang badan agar Eropa tidak jadi penonton

Menurut Euractiv, Finlandia sedang menyusun strategi supaya Eropa tidak kembali kehilangan momentum seperti saat Nokia tumbang. Sikap itu punya bobot simbolis karena Finlandia adalah tanah kelahiran Nokia dan tahu betul betapa cepat keunggulan teknologi bisa lenyap.

Karena itu, perhatian terhadap AI di Finlandia bukan hanya soal tren industri baru. Ada dorongan yang lebih besar untuk menjaga agar Eropa tetap relevan ketika pasar teknologi masa depan dibagi oleh pihak lain.

Debat soal AI di Eropa pun menjadi semakin mendesak. Jika dulu benua itu kehilangan satu-satunya pemain teknologi konsumen global yang benar-benar besar, kini Finlandia berusaha memastikan peluang serupa tidak terlewat lagi.

AI masih berada pada fase awal yang akan membentuk arah persaingan jangka panjang. Finlandia tampaknya membaca fase ini sebagai momen yang tidak boleh disia-siakan, agar nama Nokia tidak hanya dikenang sebagai kejayaan lama yang hilang.

Terkait