Ferrari Luce Resmi Debut, Desain Minimalis Bertemu Tenaga Brutal 1.113 HP

Ferrari akhirnya membawa kejutan besar ke era listrik lewat Luce, mobil listrik murni produksi massal pertamanya dari Maranello. Model ini tidak dibangun sebagai versi ubahan dari mobil bensin, melainkan sebagai pernyataan bahwa identitas supercar Ferrari tetap bisa hadir di era niremisi.

Yang membuat Luce langsung menarik bukan hanya statusnya sebagai BEV, tetapi juga cara Ferrari merancangnya dari nol. Mobil ini diposisikan sebagai model produksi untuk tahun fiskal 2027 dengan ambisi teknis tinggi, mulai dari platform baru sampai performa yang tetap brutal.

Arsitektur elektrik murni, bukan hasil konversi

Ferrari memilih pendekatan yang jarang diambil merek sekelasnya. Proyek berkode internal Luce memakai arsitektur elektrik murni 880 Volt yang dirancang dari nol, bukan platform ICE yang diubah menjadi listrik.

Seluruh mobil juga akan dirakit eksklusif di fasilitas E-Building milik Ferrari. Proses ini dibuat in-house tanpa kolaborasi dengan pabrikan lain, sehingga setiap elemen utama tetap berada di bawah kendali Maranello.

Desain minimalis dengan fokus aerodinamika

Untuk tampilan, Ferrari menggandeng firma desain independen LoveFrom yang dipimpin Sir Jony Ive dan Marc Newson. Hasilnya adalah eksterior minimalis yang berbeda dari banyak mobil listrik modern, tetapi tetap memprioritaskan efisiensi udara.

Bodi Luce dibuat sangat pipih untuk mengejar koefisien hambatan udara serendah mungkin dalam sejarah mobil jalan raya Ferrari. Angka drag coefficient-nya tercatat 0,254, dibantu lorong angin besar di bonnet dan detail aerodinamis lain yang disembunyikan agar bahasa desainnya tetap bersih.

Secara ukuran, Luce memiliki panjang 5.026 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.544 mm. Proporsinya membuat mobil ini sedikit lebih panjang dari Purosangue, tetapi atapnya dua inci lebih rendah.

Kabinnya tetap mempertahankan nuansa mekanis

Ferrari tidak mengikuti tren kabin EV yang penuh layar. Interior Luce memadukan panel digital OLED beresolusi tinggi dengan tombol kontrol mekanis untuk memberi sensasi taktil yang lebih kuat.

Lingkar kemudinya memakai aluminium bergaya retro dan dikelilingi tombol fisik. Panel instrumen digitalnya bahkan dibingkai cincin logam fisik, sehingga nuansa mekanikal klasik tetap terasa di tengah teknologi modern.

Tenaga 1.113 hp dari empat motor

Di balik bentuknya yang bersih, Luce menyimpan paket penggerak yang sangat agresif. Powertrain-nya dikembangkan sepenuhnya in-house dengan empat motor listrik radial-flow permanent-synchronous, masing-masing ditempatkan di tiap roda.

Keempat motor itu memakai sistem Halbach array, teknologi pengarah fluks magnetik ke stator yang diadopsi dari unit daya Formula One. Kombinasi penggerak semua roda ini menghasilkan tenaga 1.113 hp atau 1.128 PS, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,5 detik.

Baterai besar dan sasis aktif

Tenaga Luce berasal dari baterai NMC berkapasitas 122 kWh dengan sel dari SK On. Paket baterai ini ditempatkan merata di lantai sasis, membuat pusat gravitasi turun 95 mm dibanding Purosangue dan membentuk distribusi bobot 47:53.

Dengan arsitektur 880V dan pengisian cepat 350 kW, daya jelajah WLTP diklaim lebih dari 529 kilometer. Ferrari juga menambahkan strategi efisiensi, termasuk pemutusan motor depan saat mobil melaju konstan.

Ferrari melengkapi Luce dengan suspensi aktif berbasis kelistrikan 48 Volt. Sistem ini bekerja sangat cepat sehingga anti-roll bars fisik bisa dihapus tanpa mengorbankan stabilitas saat bermanuver.

Pengendalian masih dibantu four-wheel steering dan torque vectoring independen di kedua poros roda. Di luar itu, Luce memakai pintu bukaan tengah, pelek 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, serta opsi desain turbin aero yang memperkuat kesan eksotisnya.

Ferrari menjadwalkan pengiriman unit perdana untuk pasar Eropa pada akhir tahun ini. Pasar Amerika Serikat menyusul pada awal tahun 2027, dengan harga dasar mulai dari €550.000 atau sekitar Rp9,5 miliar.

Source: carvaganza.com
Terkait