Ferrari Luce Dijual Rp 18,3 Miliar di Thailand, Desainnya Tetap Diburu

Author: Cung Media

Ferrari Luce datang ke Thailand dengan sambutan yang tak biasa. SUV listrik ini sempat dihujani kritik soal desain, tetapi minat beli justru tetap tinggi.

Di pasar Negeri Gajah Putih, model pertama Ferrari di segmen SUV listrik itu dijual melalui Cavallino Motors dengan harga sekitar Rp 18,3 miliar. Angka tersebut jauh lebih mahal dibanding banderol di Eropa yang disebut berada di kisaran Rp 11,3 miliar.

Harga Tinggi Tidak Menahan Minat

Meski harganya sangat tinggi, pemesanan Ferrari Luce disebut tidak sepi. Model ini langsung diserbu konsumen yang sudah menunggu kehadirannya di Thailand.

Jumlah pesanan memang tidak diumumkan, tetapi respons awal pasar menunjukkan kritik terhadap desain belum cukup menghambat daya tariknya. Dalam kasus Ferrari, nama besar merek, kualitas, performa, dan fitur premium masih menjadi faktor yang sangat kuat.

Antrean Masih Harus Dijalani Pembeli

Unit Ferrari Luce baru akan dikirim bulan depan, sehingga konsumen yang memesan lebih awal tetap harus menunggu antrean. Pemesanan sendiri sudah dibuka sejak bulan lalu, jadi pembeli yang melakukan order pada Mei perlu menunggu sekitar dua bulan sebelum mobil tiba.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa permintaan terhadap model anyar Ferrari ini cukup tinggi. Benedetto Vigna, bos Ferrari, juga menyebut mobil ini mulai dicari konsumen global sejak pertama kali ditampilkan ke publik.

Peluang Masuk ke Pasar Lain

Setelah hadir di Thailand, Luce dinilai punya peluang masuk ke negara Asia Tenggara lain, termasuk Indonesia. Peluang itu terbuka karena pasar SUV masih kuat dan segmen SUV listrik terus berkembang dengan banyak model baru.

Di Indonesia, pasar SUV listrik memang semakin padat, terutama dari merek asal China yang menawarkan banyak pilihan dengan harga beragam. Namun, untuk kelas BEV premium, jumlah model masih relatif sedikit sehingga memberi ruang bagi merek lain untuk masuk.

Ferrari sendiri belum punya rencana membawa SUV pertamanya ke Indonesia dalam waktu dekat. Saat ini mereka masih fokus menjual sportcar unggulan, dan jika kelak dibawa ke pasar Indonesia, prosesnya disebut masih membutuhkan waktu beberapa bulan.

Kehadiran Luce di Thailand juga memperlihatkan arah baru Ferrari di luar portofolio sportcar. Walau desainnya memicu perdebatan, mobil ini tetap mendapat tempat di pasar yang masih sangat menghargai nama besar Ferrari.

Bagi konsumen kelas atas, desain bukan satu-satunya faktor penentu. Kenyamanan, kelengkapan fitur, dan citra merek masih menjadi alasan utama mengapa SUV listrik Ferrari ini tetap diburu meski harganya sangat tinggi.

Source: ridertua.com
Terbaru