Fenerbahce bergerak cepat untuk merombak struktur sepak bolanya dengan satu nama yang langsung menyita perhatian: Paolo Maldini. Ali Koc ingin menyerahkan kendali penting kepada legenda Italia itu, mulai dari transfer pemain hingga pengembangan akademi.
Langkah ini menunjukkan bahwa Fenerbahce tidak sekadar mencari figur populer. Klub asal Turki itu ingin menempatkan sosok berpengalaman di pusat pengambilan keputusan agar proyek olahraga mereka lebih stabil dan kompetitif.
Pembicaraan di Italia
Pembahasan antara kedua pihak disebut sudah berlangsung di Italia pada pekan ini. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya Fenerbahce meyakinkan Maldini agar menerima tawaran yang disiapkan untuknya.
Ali Koc diyakini menilai Maldini sebagai sosok dengan rekam jejak kuat di level tertinggi sepak bola Eropa. Pengalaman panjangnya dipandang bisa memberi dampak langsung, bukan hanya pada performa tim, tetapi juga pada arah kebijakan olahraga klub.
Kendali penuh untuk transfer
Jika kesepakatan tercapai, Maldini akan memegang tanggung jawab penuh atas aktivitas transfer pemain. Ruang kerjanya mencakup pembelian dan penjualan pemain, sehingga posisinya akan sangat menentukan dalam pembentukan skuad.
Peran itu juga memperlihatkan besarnya kepercayaan yang ingin diberikan Fenerbahce. Klub tampaknya ingin memastikan keputusan perekrutan tidak berjalan terpisah dari visi jangka panjang yang lebih jelas.
Akademi ikut masuk agenda
Selain tim utama, Maldini juga diproyeksikan memimpin pengembangan pemain muda di internal klub. Ini menandakan Fenerbahce tidak hanya mencari tangan kuat untuk belanja pemain, tetapi juga sosok yang bisa membangun fondasi masa depan.
Keterlibatan di akademi membuat peran yang ditawarkan menjadi lebih luas. Maldini akan berada di jalur strategis yang menghubungkan pembinaan usia muda dengan kebutuhan tim utama.
Status Maldini dan daya tariknya
Paolo Maldini saat ini masih berstatus tanpa klub setelah masa baktinya di AC Milan berakhir pada 2023. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Teknik di San Siro sejak 2019 hingga 2023.
Di luar manajemen klub profesional, Maldini tetap tercatat sebagai pemilik Miami FC. Klub itu berkompetisi di USL Championship Amerika Serikat dan menjaga namanya tetap hadir di dunia sepak bola lewat jalur kepemilikan.
Usia Maldini yang kini 57 tahun tidak mengurangi daya tariknya sebagai figur manajerial. Reputasi dan pengalamannya di sepak bola elite Eropa membuat tawaran Fenerbahce terlihat sebagai langkah ambisius.
Menunggu jawaban legenda Italia
Publik masih menunggu keputusan akhir peraih lima trofi Liga Champions itu. Fenerbahce sendiri tampak ingin bergerak cepat agar struktur manajemen barunya bisa segera terbentuk sebelum agenda besar klub bergulir lebih jauh.
Jika Maldini menerima tawaran itu, Fenerbahce akan mendapat figur dengan pengaruh besar di dua area vital sekaligus. Transfer dan akademi akan berada dalam satu kendali, dan itu bisa menjadi titik awal perubahan yang jauh lebih luas di dalam klub.
