Eropa semakin serius membangun kedaulatan teknologi dan mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat. Salah satu tanda paling jelas datang dari Portugal yang meluncurkan model AI sumber terbuka bernama Amalia.
Langkah ini menegaskan arah baru yang sedang ditempuh sejumlah negara Eropa. Mereka tidak lagi hanya berbicara soal otonomi digital, tetapi mulai menyiapkan alternatif nyata untuk teknologi yang selama ini didominasi perusahaan AS.
Amalia diposisikan sebagai fondasi, bukan sekadar aplikasi AI biasa
Amalia dikembangkan oleh konsorsium universitas dan lembaga penelitian Portugal dengan dukungan pemerintah serta dana pemulihan Uni Eropa senilai 5,5 juta euro atau sekitar Rp113 miliar. Model ini dirancang sebagai fondasi teknologi yang bisa dipakai lembaga publik, perusahaan, universitas, dan peneliti untuk membangun aplikasi AI sesuai kebutuhan mereka.
Berbeda dari model AI yang langsung ditujukan ke pengguna umum, Amalia berperan sebagai basis yang dapat dikembangkan lebih jauh. Pemerintah Portugal menempatkannya sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemampuan teknologi domestik.
| Aspek | Amalia | Detail |
|---|---|---|
| Asal | Portugal | Dikembangkan oleh konsorsium universitas dan lembaga penelitian |
| Pendanaan | 5,5 juta euro | Didukung pemerintah dan dana pemulihan Uni Eropa |
| Status | Open-source | Dataset pelatihan dan kode sumber dibuka |
| Target penggunaan | Lembaga publik dan sektor riset | Juga untuk perusahaan dan universitas |
Didorong untuk kebutuhan publik dan layanan negara
Amalia dirilis sebagai proyek open-source, sehingga dataset pelatihan dan kode sumbernya dapat dimanfaatkan lebih luas. Arah penggunaannya juga sudah jelas, yakni untuk kebutuhan praktis di sektor publik maupun institusi lain.
Sejumlah penerapan awal yang disebutkan meliputi pemandu virtual untuk museum-museum di Portugal, alat bantu pengambilan keputusan untuk Angkatan Laut Portugal, asisten pengajar AI untuk perencanaan pembelajaran, serta asisten digital untuk layanan publik kepada warga.
Pesan politik teknologi dari pemerintah Portugal
Perdana Menteri Luis Montenegro menegaskan bahwa otonomi strategis Eropa saat ini sangat bergantung pada AI. Dalam peluncuran Amalia, ia menyebut proyek seperti ini penting untuk menghadapi dekade-dekade mendatang dengan kedaulatan yang lebih besar dan ketergantungan yang lebih kecil pada teknologi asing.
Montenegro juga menilai Amalia dapat meningkatkan produktivitas di sektor swasta dan publik, termasuk perbankan, asuransi, dan telekomunikasi. Pemerintah Portugal, kata dia, masih akan terus berinvestasi besar-besaran untuk proyek ini.
Didukung superkomputer untuk mengejar kapasitas AI
Peluncuran Amalia turut ditopang oleh akses Portugal ke superkomputer Deucalion dan MareNostrum 5. Infrastruktur ini memberi daya komputasi yang diperlukan untuk melatih dan menjalankan model AI berskala besar.
Kapasitas komputasi menjadi faktor penting karena pengembangan AI tidak hanya bergantung pada dana dan talenta. Tanpa infrastruktur yang memadai, negara akan sulit membangun model sendiri dan menyaingi teknologi dari luar kawasan.
Dengan langkah seperti Amalia, Prancis, Jerman, dan Portugal memperlihatkan bahwa Eropa mulai menggeser fokus dari ketergantungan pada teknologi AS menuju ekosistem AI yang lebih mandiri. Perubahan ini menandai persaingan baru yang tidak hanya soal inovasi, tetapi juga soal kendali atas masa depan digital.
Source: www.cnbcindonesia.com






