Elkan Baggott keluar dari laga melawan Mozambik dengan sorotan besar setelah tampil kokoh menjaga lini belakang Timnas Indonesia. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kontribusinya ikut mengunci kemenangan 1-0 dan membuat gawang Indonesia tetap aman.
Gol cepat Ole Romeny pada menit ke-11 memang menjadi penentu hasil akhir, tetapi kerja Baggott di jantung pertahanan sama pentingnya untuk menjaga keunggulan itu bertahan sampai peluit panjang. Bek berusia 23 tahun itu dipercaya tampil sejak menit awal dan langsung menjalankan tugasnya dengan tenang.
Bekerja rapi dalam skema tiga bek
Baggott diturunkan bersama Rizky Ridho dan Kevin Diks dalam skema tiga bek. Formasi itu memberi ruang bagi Mozambik untuk mencoba menekan, tetapi Baggott mampu menjaga area berbahaya tetap terkendali.
Selama pertandingan, pemain milik Ipswich Town tersebut mencatat dua tekel sukses, sembilan sapuan, dan lima duel udara yang dimenangkan. Statistik Lapangbola menunjukkan peran pentingnya dalam meredam serangan lawan dari dalam kotak dan sekeliling area pertahanan.
Pujian Herdman untuk kerja tanpa kompromi
John Herdman memberi apresiasi besar kepada para pemainnya usai laga, termasuk Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Marselino Ferdinan, dan Joey Pelupessy. Namun, ia memberi sorotan khusus kepada Baggott yang dinilainya bekerja keras sebagai benteng terakhir sebelum bola masuk ke area berbahaya.
“Saya bangga kepada Ole. Sangat menyenangkan melihat dia bermain dengan bebas dan menikmati sepak bolanya,” kata Herdman selepas laga. Ia lalu menambahkan bahwa Baggott “benar-benar menjadi pejuang di lini belakang” dan menjaga garis pertahanan dengan sangat baik.
Clean sheet beruntun menambah rasa percaya diri
Penampilan melawan Mozambik melengkapi performa solid Baggott saat Indonesia menang 3-0 atas Oman sebelumnya. Dua hasil itu membuat Timnas Indonesia mencatat clean sheet beruntun selama FIFA Matchday Juni 2026.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pertahanan Indonesia mulai menemukan stabilitas. Baggott menjadi salah satu faktor penting karena ia konsisten menjaga koordinasi, memenangi duel, dan mematahkan ancaman lawan di momen-momen krusial.
Herdman menilai timnya pantas bangga atas dua kemenangan itu, tetapi ia juga meminta para pemain tetap rendah hati. Masih ada agenda besar yang menunggu, mulai dari Piala AFF 2026 pada Juli mendatang, FIFA Matchday September, hingga Piala Asia 2027 pada Januari tahun depan.
Dengan performa seperti ini, Elkan Baggott kembali menegaskan dirinya sebagai pilar penting Timnas Indonesia. Pujian “pejuang sejati” dari Herdman lahir dari kerja nyata yang membantu tim menjaga gawang tetap steril saat tekanan datang bergantian.
