EarFun Clip 2 Makin Sulit Diabaikan, Lebih Nyaman Dipakai dan Suaranya Naik Kelas

EarFun Clip 2 makin sulit diabaikan di tengah pasar open-ear yang semakin padat. Kuncinya ada pada dua hal yang paling terasa langsung saat dipakai: kenyamanan yang jauh lebih baik dan kualitas suara yang lebih matang.

Perubahan itu membuat Clip 2 bukan sekadar penyegaran kecil dari generasi sebelumnya. Earbud clip-on ini justru tampil sebagai produk yang lebih rapi di area penting, sambil tetap membawa fitur yang biasanya terasa lebih mahal dari kelas harganya.

Desain yang lebih nyaman untuk pemakaian panjang

Secara visual, EarFun Clip 2 masih dekat dengan model pertama. Perbedaan paling besar justru datang dari struktur jembatan fleksibel yang menghubungkan unit luar dan bagian yang menempel di telinga.

Bagian itu kini lebih panjang dan berbentuk lebih kotak. Hasilnya, jarak antarbagian terasa lebih lega dan tekanan jepit di telinga menjadi tidak seagresif model sebelumnya.

Material penghubungnya juga disebut lebih lentur. Dalam penggunaan rutin, bentuk dan elastisitasnya tetap terjaga meski sering diregangkan saat dipakai.

Bobotnya ringan dan tekanan jepitnya tidak tinggi. Untuk pengguna yang ingin alternatif selain earbud in-ear tradisional, karakter seperti ini membuat Clip 2 terasa lebih ramah untuk sesi dengar yang lama.

Ada satu catatan kecil yang cukup terasa dalam pemakaian harian. Unit kiri dan kanan sulit dibedakan sekilas karena tampil nyaris identik, sehingga pengguna perlu mencari penanda L dan R atau melihat orientasi tombol fisik.

EarFun tetap mempertahankan tombol fisik di masing-masing earbud. Semua fungsi playback bisa diatur lewat aplikasi EarFun Audio, termasuk menyesuaikan tombol secara individual atau mematikannya sepenuhnya bila perlu.

Audio naik kelas, bukan sekadar lebih kencang

Perubahan paling penting justru ada di sektor suara. EarFun Clip 2 memakai driver dinamis 12 mm, lebih besar dari 10,8 mm pada model sebelumnya, lalu dipadukan dengan codec SBC, AAC, dan LDAC melalui Bluetooth 6.0 serta koneksi multipoint.

Ada kompromi yang perlu dicatat di sini. Multipoint tidak bisa dipakai bersamaan dengan LDAC, jadi pengguna harus memilih antara kualitas audio tinggi atau koneksi ke dua perangkat sekaligus.

Dibanding generasi pertama, tuning suaranya meningkat drastis. Karakter yang dulu terasa boxy dan terlalu berat di upper-bass serta mid kini berubah menjadi lebih utuh, dengan ekstensi upper-mid dan treble yang lebih baik.

Sebagai earbud open-ear, Clip 2 tetap punya batas fisik pada sub-bass. Frekuensi sangat rendah di bawah 50 Hz praktis tidak terdengar, tetapi area mid dan upper bass dibuat sedikit lebih tebal untuk memberi kesan hangat.

Efeknya terasa pada perkusi dan vokal pria yang terdengar lebih berbobot. Peningkatan bass itu masih tergolong wajar dan tidak berlebihan seperti pada model pertama.

Rentang mid dan treble juga terdengar seimbang. Ada beberapa puncak dan cekungan di treble yang membuat sebagian suara terasa agak redup dan sebagian lain sedikit terang, tetapi keseluruhan presentasinya tetap menyenangkan.

Salah satu poin yang paling menonjol adalah timbre yang lebih natural. Clip 2 tidak lagi menghadirkan kesan metalik atau sengau yang sebelumnya sempat jadi keluhan pada beberapa produk EarFun.

Panggung suara lebih lapang dan stabil

Format open-ear memberi keuntungan alami pada ruang dengar. Pada Clip 2, soundstage terasa lebih lapang, imaging lebih berisi, dan kedalaman suara terasa lebih realistis dibandingkan earbud in-ear biasa.

Aplikasi EarFun Audio juga menyediakan Theater Mode untuk memperlebar soundscape. Meski begitu, mode ini dinilai terdengar aneh dan tidak menjadi pilihan yang direkomendasikan untuk pemakaian umum.

EarFun juga memperbaiki perilaku suara saat volume dinaikkan. Jika model sebelumnya mulai terdengar tipis dan tidak natural setelah 50 persen, Clip 2 masih cukup nyaman hingga sekitar 70 persen volume.

Di atas titik itu, suara mulai menipis dan sedikit shouty. Artinya, batas optimal tetap berada di bawah level tersebut agar karakter suaranya tetap seimbang.

Masih ada satu kompromi khas desain open-ear yang belum hilang sepenuhnya. Posisi earbud di kedua telinga tidak selalu mudah dibuat identik dalam sekali pasang, sehingga keseimbangan kiri dan kanan kadang perlu disesuaikan manual.

Mikrofon dan baterai ikut menguatkan paketnya

Performa mikrofon tergolong baik dalam penggunaan harian. Di ruangan tenang, suara terdengar agak lembut dan sedikit tertutup, sehingga masih bisa memakai tambahan kejernihan.

Saat dipakai di lingkungan bising, hasilnya justru jauh lebih impresif. Suara pengguna tetap mirip seperti di kondisi tenang, sementara noise latar hampir tidak ikut masuk ke rekaman.

Reduksi bising latar pada mikrofon menjadi salah satu sorotan utama Clip 2. Untuk panggilan suara, fitur ini memberi nilai tambah yang jelas dan terasa langsung.

Soal daya tahan, EarFun mengklaim baterai bisa mencapai 11 jam dengan LDAC nonaktif dan 6 jam saat LDAC aktif. Dalam pengujian, Clip 2 mencatat 7 jam 48 menit dengan LDAC dimatikan, hasil yang masih tergolong baik meski di bawah klaim.

Ada kemungkinan selisih itu terkait low-power mode di aplikasi. Mode tersebut diklaim bisa meningkatkan daya tahan hingga 25 persen dengan konsekuensi penurunan volume maksimum.

EarFun Clip 2 dipasarkan dengan harga $79.99. Saat diuji, produk ini juga tersedia di harga diskon $61.59, membuat kombinasi kenyamanan, suara yang lebih matang, dan fitur yang lengkap terasa semakin kompetitif di kelas open-ear.

Source: www.gsmarena.com
Exit mobile version