E20 Didesak Segera Diuji di Jalan, Langkah Kecil yang Bisa Pangkas Impor BBM

Pemerintah mulai mendorong akselerasi uji jalan untuk bensin campuran bioetanol 20 persen atau E20. Langkah ini dipandang penting karena hasilnya akan menentukan kesiapan kendaraan sebelum mandatori E20 dijalankan secara lebih luas.

Di balik uji lapangan itu, ada target besar yang ingin dicapai pemerintah, yakni menekan impor bahan bakar minyak nasional. Karena itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia segera melakukan road test agar data teknis kendaraan bisa terlihat langsung di lapangan.

Uji jalan jadi penentu sebelum aturan berlaku

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menilai pengujian bersama tim Gaikindo perlu dipercepat. Menurut dia, road test penting untuk mengetahui performa kendaraan bermotor saat memakai bahan bakar alternatif dengan campuran bioetanol.

Eniya menyebut pemerintah ingin mendapatkan gambaran teknis yang jelas sebelum kebijakan E20 diterapkan lebih luas. Ia juga mengatakan ada kajian yang menunjukkan mobil modern berpotensi menerima campuran hingga 30 persen.

“Kalau itu oke kan berarti 10% nggak apa-apa. Tapi kalau saya yakin produk-produk mobil yang sekarang itu bisa sampai 30%, itu di jurnal ada,” kata Eniya.

Ia menegaskan bahwa yang perlu dicari adalah dasar teoritis dari kemampuan tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah pada tahap berapa E10, E20, dan E30 bisa diterapkan.

Strategi untuk memangkas impor BBM

Pemerintah menempatkan E20 sebagai bagian dari strategi besar pengurangan impor energi. Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa mandatori 20 persen itu bisa memangkas impor bensin hingga 8 juta kiloliter.

Ia menilai program kemandirian energi ini realistis karena bahan baku domestik dinilai tersedia melimpah. Singkong, jagung, dan tebu disebut sebagai komoditas pendukung yang bisa menopang kebijakan tersebut.

Kebijakan pencampuran bahan bakar nabati juga diproyeksikan menjadi instrumen jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasokan energi luar negeri. Pemerintah sebelumnya mengklaim sudah menghentikan impor solar pada tahun ini lewat mandatori biodiesel berbasis sawit.

Bahlil menjelaskan bahwa sebagian kebutuhan solar yang dulu dipenuhi dari impor kini digantikan produk berbasis sawit dari dalam negeri. Pola itu kini menjadi landasan untuk mendorong pemanfaatan bioetanol pada bensin.

Arah transisi energi berikutnya

Uji jalan E20 bukan sekadar simulasi teknis, tetapi juga penentu arah transisi energi ke depan. Jika pengujian berjalan lancar, tahapan menuju campuran bahan bakar yang lebih tinggi dinilai bisa disusun lebih cepat dan lebih terukur.

Hasil pengujian juga akan menjadi pijakan untuk membaca kesiapan kendaraan masyarakat terhadap bahan bakar nabati. Pemerintah ingin memastikan kebijakan yang disusun tidak menimbulkan hambatan teknis berarti pada mesin kendaraan.

Dengan dukungan industri otomotif, pemerintah berharap E20 dapat menjadi langkah penting menuju kemandirian energi yang lebih kuat. Di saat yang sama, hasil road test akan membantu menentukan seberapa jauh campuran bahan bakar nabati bisa didorong pada tahap berikutnya.

Terkait