Dugaan Kecurangan OSN Kabupaten/Kota Diinvestigasi, Identitas Peserta Sudah Diketahui

Dugaan kecurangan dalam seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 di tingkat kabupaten/kota kini masuk tahap investigasi. Kasus ini mencuat setelah seorang peserta diduga membawa handphone saat ujian di SMAN 1 Babat Toman, Sumatera Selatan.

Temuan itu terekam dalam live streaming yang dipasang untuk memperketat pengawasan selama seleksi berlangsung. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan laporan tersebut sudah direspons dan diteruskan ke pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti ke pihak sekolah.

Identitas peserta sudah diketahui

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan identitas siswa yang diduga terlibat sudah diketahui. Meski begitu, detailnya belum dibuka ke publik karena proses investigasi masih berjalan.

Ia menjelaskan, tindak lanjut sanksi akan ditentukan berdasarkan pedoman OSN setelah pengaduan dan temuan lapangan dipadukan. Menurut Irene, konsekuensi dari kasus ini tidak hanya bisa menyentuh siswa, tetapi juga sekolah dan pemerintah daerah.

Sanksi bisa menyasar siswa, sekolah, hingga pemda

Irene menegaskan bahwa pedoman OSN sudah mengatur kemungkinan sanksi dengan cakupan yang beragam. Karena itu, penanganan kasus ini tidak berhenti pada pelanggaran individu, tetapi juga melihat tanggung jawab pihak lain yang terkait dengan pelaksanaan seleksi.

“Identitasnya sudah kami ketahui, namun saat ini masih dalam proses investigasi untuk menentukan tindak lanjutnya sesuai dengan pedoman yang ada. Beberapa keputusan sanksi nantinya akan kami sesuaikan dengan hasil pengaduan dan temuan lapangan,” tambahnya.

“Sanksinya beragam, bisa ke aspek sekolah, siswa, hingga ke pemdanya. Semua sudah ada di pedoman,” tegasnya.

Pengawasan seleksi dibuat lebih ketat

Live streaming menjadi bagian dari pengawasan OSN 2026 di lokasi tes agar proses seleksi lebih transparan. Langkah ini dipasang terutama pada tahapan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.

Irene mengatakan pengawasan di tingkat provinsi akan dibuat lebih ketat lagi. Ia juga menekankan bahwa kasus ini harus menjadi pengingat agar peserta tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjaga integritas.

Hal yang Sudah DiketahuiKeterangan
Status laporanSudah direspons dan sedang diinvestigasi
Lokasi insidenSMAN 1 Babat Toman, Sumatera Selatan
Temuan awalSeorang peserta diduga membawa handphone saat ujian
Identitas pesertaSudah diketahui, tetapi belum diumumkan
Potensi sanksiBisa berdampak pada siswa, sekolah, hingga pemda

Kasus ini menambah perhatian publik pada pelaksanaan OSN 2026 yang masih berjalan di tingkat kabupaten/kota. Di saat peserta menunggu proses seleksi berikutnya, Puspresnas memastikan penanganan dugaan kecurangan akan mengikuti pedoman yang berlaku.

Terkait