Dua ponsel Xiaomi yang belum diumumkan mulai memberi sinyal peluncuran lebih dekat setelah muncul di basis data sertifikasi 3C China. Keduanya tercatat mendukung 5G dan pengisian cepat kabel hingga 100W, dua petunjuk yang langsung menarik perhatian penggemar Redmi.
Munculnya model baru ini datang tidak lama setelah Redmi K90 Ultra meluncur di China. Pola nomor model yang berdekatan membuat dua perangkat itu ikut dikaitkan dengan lini Redmi, meski nama pemasaran resminya belum terungkap.
Nomor model yang sudah terdaftar
Menurut laporan The Tech Outlook, dua perangkat Xiaomi tersebut membawa nomor model M511CD dan M098FE. Keduanya masing-masing tercatat dengan nomor sertifikat 2026011606877463 dan 2026011606877926 di platform China Compulsory Certification atau 3C.
| Model | Nomor Sertifikat 3C | Dukungan Pengisian |
|---|---|---|
| M511CD | 2026011606877463 | 100W |
| M098FE | 2026011606877926 | 100W |
Daftar 3C juga menunjukkan bahwa keduanya kompatibel dengan pengisi daya Xiaomi MDY-18-EW. Petunjuk itu memperkuat dugaan bahwa pengisian cepat kabel 100W akan menjadi salah satu daya tarik utama perangkat ini.
Nama komersial kedua ponsel masih belum diketahui. Namun, kemiripan nomor model dengan Redmi K90 Ultra membuat arah branding ke keluarga Redmi dinilai cukup kuat.
Sertifikasi 3C biasanya jadi langkah awal
Kemunculan perangkat di database 3C umumnya menjadi salah satu tahapan penting sebelum masuk pasar China. Walau belum ada pengumuman resmi dari Xiaomi atau Redmi, sertifikasi tersebut menunjukkan proses peluncuran tampaknya terus berjalan.
Informasi yang tersedia dari listing 3C masih terbatas dan belum memuat detail seperti chipset, ukuran layar, kapasitas baterai, atau konfigurasi kamera. Karena itu, posisi dua model ini baru bisa dibaca dari petunjuk sertifikasi dan dukungan pengisian dayanya.
Di sisi lain, detail 100W tetap menjadi penanda yang menonjol. Pengisian cepat di level tersebut biasanya dipakai untuk perangkat yang ingin mengedepankan kombinasi performa dan efisiensi isi ulang daya.
Konteks ini semakin menarik karena Redmi baru saja memperkenalkan Redmi K90 Ultra dengan spesifikasi yang agresif. Ponsel itu dibekali Snapdragon 8 Elite dan baterai besar 8.550mAh.
Redmi K90 Ultra juga membawa dukungan pengisian cepat kabel 100W. Selain itu, perangkat ini hadir dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal hingga 512GB.
Di sektor lain, Redmi K90 Ultra mengusung chip D2 AI untuk gaming dan grafis. Layarnya berukuran 6,83 inci dengan refresh rate hingga 165Hz, sementara kamera belakang gandanya dipimpin sensor utama 50 megapiksel.
Kesamaan dukungan 100W antara Redmi K90 Ultra dan dua model baru ini belum bisa langsung dipakai untuk menyamakan kelas produknya. Namun, pola itu menunjukkan Xiaomi masih menjadikan pengisian cepat sebagai nilai jual yang konsisten di lini Redmi.
Honor juga ikut muncul di platform yang sama
Selain dua ponsel Xiaomi, sebuah perangkat Honor yang belum diumumkan juga terlihat di platform 3C yang sama. Ponsel itu tercatat dengan nomor model MRK-AN00 dan nomor sertifikat 2026011606877953.
| Model | Nomor Sertifikat 3C | Dukungan Pengisian |
|---|---|---|
| MRK-AN00 | 2026011606877953 | 45W |
Listing tersebut menunjukkan kompatibilitas dengan charger HN-110410C00 dan HN-110410C01. Dari situ, perangkat Honor itu disebut mendukung pengisian cepat kabel 45W.
MRK-AN00 sebenarnya sudah lebih dulu muncul di situs sertifikasi TENAA di China. Dari kemunculan sebelumnya itu, beberapa spesifikasi dasar perangkat mulai terungkap.
Honor MRK-AN00 disebut membawa layar TFT 6,87 inci. Untuk fotografi, perangkat ini tercatat memiliki kamera belakang 50 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel.
Opsi memorinya juga disebut cukup beragam, dengan RAM 6GB, 8GB, dan 12GB. Sementara penyimpanannya dirinci dalam pilihan 128GB, 256GB, dan 512GB.
Kemunculan Honor di 3C memberi gambaran bahwa persaingan ponsel baru di pasar China masih aktif. Untuk saat ini, dua model Xiaomi tetap paling menarik perhatian karena dukungan 100W dan kaitannya dengan momentum setelah Redmi K90 Ultra.
Redmi dan Honor sama-sama belum mengumumkan rencana resmi untuk meluncurkan model-model baru tersebut. Meski begitu, jejak sertifikasi 3C biasanya menjadi sinyal awal bahwa perangkat sedang bergerak menuju tahap pengenalan yang lebih dekat.
