Irjen Pol. Wibowo langsung menempatkan keselamatan lalu lintas sebagai pekerjaan yang tidak bisa lagi ditunda. Dua hal yang ia soroti sebagai tantangan besar adalah bonus demografi dan kemajuan teknologi.
Pandangan itu menunjukkan bahwa tugas Kakorlantas Polri tidak berhenti pada penegakan aturan di jalan. Wibowo menilai lalu lintas juga berkaitan dengan tanggung jawab bersama dan budaya sebuah bangsa.
Bonus demografi masih dibayangi budaya tertib yang rendah
Bonus demografi dinilai bisa berdampak langsung pada perilaku berkendara dan pengelolaan lalu lintas. Di saat yang sama, budaya tertib berlalu lintas di masyarakat masih rendah.
Salah satu pelanggaran yang paling sering dikeluhkan adalah melawan arus. Menurut Wibowo, pelanggaran seperti itu dapat memicu gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas.
| Tantangan | Dampak yang Disorot | Catatan |
|---|---|---|
| Bonus demografi | Berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan lalu lintas | Menjadi salah satu dua tantangan utama |
| Budaya tertib rendah | Memicu pelanggaran dan mengganggu kamseltibcarlantas | Contoh yang disorot adalah melawan arus |
| Kemajuan teknologi | Menuntut layanan lalu lintas yang lebih modern dan aman | Berkaitan dengan tingginya mobilitas masyarakat |
Teknologi mendorong layanan yang lebih modern
Selain bonus demografi, kemajuan teknologi juga menjadi tantangan besar lain yang disorot Wibowo. Perkembangan ini, bersama tingginya mobilitas masyarakat, membuat pelayanan lalu lintas harus ikut berubah.
Ia menekankan bahwa layanan itu perlu efektif, efisien, mudah dijangkau, mudah diakses, namun tetap aman. Kebutuhan masyarakat, menurutnya, sudah bergerak ke arah layanan yang lebih cepat dan praktis.
Fondasi lama tetap diberi apresiasi
Di tengah agenda baru itu, Wibowo tetap mengapresiasi program dan capaian yang dibangun Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat menjabat Kakorlantas Polri. Ia menyebut berbagai inovasi yang sudah ada sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kinerja fungsi lalu lintas.
Wibowo juga menegaskan bahwa salah satu indikator keberhasilan fungsi lalu lintas adalah penurunan angka kecelakaan dan fatalitas korban. Karena itu, pengelolaan operasional lalu lintas, baik rutin maupun khusus, perlu terus diarahkan pada hasil tersebut.
Dengan sorotan pada bonus demografi dan teknologi, arah kerja Korlantas Polri kini tampak semakin menekankan keseimbangan antara penguatan budaya tertib di jalan dan pembaruan layanan yang mengikuti perkembangan zaman.







