Perseteruan DJI dan Insta360 di Amerika Serikat berubah cepat menjadi perang paten yang lebih luas. Setelah DJI lebih dulu menggugat lini Luna Ultra, Insta360 langsung membalas dengan dua gugatan balik yang tidak hanya menyasar satu produk, tetapi juga sejumlah perangkat DJI lainnya.
Konflik ini membuat peluncuran Luna Ultra ikut terseret ke arena hukum. Hanya dua hari setelah kamera itu diperkenalkan, sengketa antara dua pemain besar kamera asal Tiongkok ini justru semakin panas di pengadilan AS.
DJI lebih dulu menekan dengan gugatan di Texas
DJI mengajukan dua gugatan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur Texas. Perusahaan itu menuduh Luna Ultra dan Luna Pro milik Insta360 melanggar sejumlah paten desain dan paten utilitas yang terkait dengan lini Osmo Pocket.
Dalam tuntutannya, DJI juga meminta larangan permanen agar Luna Ultra dan Luna Pro tidak dijual lagi di seluruh Amerika Serikat. Selain menuntut ganti rugi materiil, DJI menilai desain lini Luna memiliki kemiripan yang sangat signifikan dengan ciri khas produk andalannya.
DJI turut mengaitkan beberapa fitur yang menurut mereka masuk dalam perlindungan paten. Fitur itu mencakup pelacakan subjek otomatis, perpindahan mode gimbal yang dinamis, dan kemampuan mempertahankan arah pengambilan gambar secara konsisten.
Insta360 membalas dengan dua countersuit
Insta360 tidak tinggal diam dan langsung mengajukan dua gugatan balik. Perusahaan itu menuduh DJI melanggar lima paten utilitas miliknya yang berkaitan dengan teknologi penting dalam perangkat pencitraan.
Paten yang dipersoalkan Insta360 mencakup sistem stabilisasi gimbal, kontrol arah gimbal, mekanisme mekanis untuk membuat gerakan kamera lebih halus, fitur telemetry overlay, dan stabilisasi khusus untuk video panorama. Dengan daftar itu, serangan balik Insta360 menjangkau produk DJI yang jauh lebih luas.
Produk yang disorot mencakup seri Osmo Pocket, Ronin/RS, Osmo Mobile, hingga kamera Osmo 360. Artinya, sengketa ini kini melampaui satu kamera dan menyentuh ekosistem produk DJI yang lebih besar.
Luna Ultra tetap diluncurkan di tengah sengketa
Konflik ini mencuat ke publik hanya dua hari setelah Insta360 memperkenalkan Luna Ultra pada 10 Juni 2026, seperti dikutip dari Medcom. Waktu gugatan DJI yang berdekatan dengan momen peluncuran membuat kasus ini dinilai lebih dari sekadar sengketa paten biasa.
Pendiri Insta360, JK Liu, mengatakan perusahaan siap mempertahankan seluruh hak kekayaan intelektualnya melalui jalur hukum. Ia juga menegaskan bahwa Insta360 lebih memilih membiarkan produk berbicara lewat inovasi, tetapi tidak akan ragu menghadapi proses hukum jika patennya dilanggar.
Insta360 juga membantah tudingan DJI dengan tegas. Perusahaan itu menyebut riset dan pengembangan independen untuk Luna Ultra sudah berjalan sejak 2020, jauh sebelum produk tersebut dirilis ke pasar.
Persaingan dua raksasa kamera Tiongkok kian terbuka
JK Liu menyebut Luna Ultra lahir dari akumulasi pengalaman panjang dan portofolio teknologi yang dibangun bertahap lewat ONE R, webcam Link Series, dan gimbal Flow Series. Pernyataan itu dipakai untuk menegaskan bahwa Luna Ultra adalah hasil pengembangan internal, bukan penyalinan.
Ia juga memberi sinyal bahwa waktu gugatan DJI yang muncul pada hari peluncuran Luna Ultra bukan kebetulan. Menurutnya, langkah itu menunjukkan kekhawatiran besar dari DJI terhadap hadirnya kompetitor baru yang kuat di segmen kamera gimbal premium.
Sengketa ini kini dipandang sebagai salah satu konflik hukum terbesar dalam sejarah industri kamera konsumen modern. Karena kedua perusahaan sama-sama memegang peran penting bagi kreator konten, kamera aksi, dan stabilizer video, hasil persidangan bisa ikut memengaruhi peta persaingan global.
Sejumlah analis industri memperkirakan kasus ini pada akhirnya bisa berujung pada kesepakatan lisensi silang. Sementara proses hukum berjalan, Luna Ultra dilaporkan masih tetap dipasarkan secara bebas di Amerika Serikat sampai pengadilan mengeluarkan keputusan final.







