DJI Osmo Pocket 4P Hadir dengan Dual Kamera, Tapi Tidak Bisa Masuk Pasar AS

Author: Cung Media

DJI membawa kejutan besar lewat Osmo Pocket 4P, kamera gimbal saku yang langsung diposisikan untuk pembuat film independen, jurnalis lapangan, dan kreator profesional. Yang membuatnya menonjol bukan hanya ukurannya yang ringkas, tetapi juga kombinasi dual kamera, sensor 1 inci, dan slow motion 4K/240fps.

Dengan harga mulai CNY 3.799 atau sekitar Rp8,3 juta, perangkat ini masuk ke segmen yang sangat kompetitif. DJI mencoba menawarkan kualitas tinggi dalam bodi 230 gram, sambil tetap menjaga mobilitas yang dibutuhkan untuk kerja lapangan dan produksi cepat.

Dua kamera dalam bodi saku

Untuk pertama kalinya di seri Pocket, DJI menghadirkan sistem dua kamera terintegrasi. Nama “4P” juga disebut sebagai singkatan dari Pocket 4 Professional, yang menegaskan ambisi perangkat ini di kelas profesional.

Kamera utamanya memakai sensor 1 inci dengan bukaan f/2.0 dan panjang fokus ekuivalen 20mm. Di dalamnya ada teknologi LOFIC yang dirancang untuk membantu menangani sorotan terang tanpa clipping, dengan dynamic range yang disebut mencapai 17 stop.

Kamera kedua adalah telefoto dengan sensor 1/1.28 inci, bukaan f/1.8, dan panjang fokus ekuivalen 60mm. Kamera ini menawarkan zoom optik 3x native dan bisa diperluas hingga 12x digital lewat algoritma AI.

Kombinasi tersebut memberi fleksibilitas yang sulit ditemukan pada kamera saku lain. Shot lebar dan close-up bisa dikerjakan dari satu perangkat tanpa perlu lensa tambahan atau kamera kedua.

Fokusnya jelas ke video profesional

Osmo Pocket 4P tidak berhenti pada desain ringkas. DJI membekalinya dengan perekaman 4K hingga 60fps dan slow motion 4K/240fps, fitur yang jarang ada di kelas kamera saku.

Perangkat ini juga mendukung profil warna 10-bit D-Log2 untuk memberi ruang grading yang lebih luas saat proses editing. Dukungan bitrate tinggi disiapkan agar alur kerja non-linear editing tetap mulus dan minim artefak yang mengganggu.

Bagi kreator video, kemampuan 4K/240fps menjadi salah satu daya tarik terbesar. Banyak kamera saku lain masih berhenti di 1080p/240fps, sehingga hasil slow motion sering kurang tajam saat ditampilkan di resolusi lebih tinggi.

Tetap ringkas untuk dibawa ke mana saja

DJI tetap menjaga aspek portabilitas lewat bodi 230 gram yang cukup kecil untuk dimasukkan ke saku jaket. Layar 2 inci touchscreen-nya juga bisa berputar dan punya kecerahan puncak 1.000 nits untuk membantu pemakaian di luar ruangan.

Dari sisi daya, kamera ini memakai baterai 1.545 mAh dengan pengisian cepat dari 0–80% dalam 18 menit dan penuh dalam 32 menit. Penyimpanan internalnya 103GB dan diklaim cukup untuk sekitar 2,5 jam rekaman 4K/60fps, sementara slot microSD mendukung hingga 1TB.

Audio, konektivitas, dan fitur pendukung

Untuk urusan suara, DJI menyematkan tiga mikrofon internal dengan reduksi noise adaptif. Konektivitasnya juga ditingkatkan lewat dual-band Wi-Fi 6 dan Bluetooth LE 5.4 untuk aksesori.

Di sisi foto, Osmo Pocket 4P mampu menghasilkan gambar hingga 37 megapiksel. Ada pula mode panorama otomatis, AI Tracking, dan ActiveTrack 6.0 untuk menjaga subjek tetap stabil saat bergerak cepat.

Aplikasi pendampingnya memberi kontrol jarak jauh, live streaming, dan editing dasar dari ponsel. Alur ini membuat perangkat lebih praktis bagi kreator yang ingin merekam, mengolah, lalu mengunggah konten dalam satu ekosistem.

Harga dan ketersediaan yang belum merata

Di Tiongkok, Osmo Pocket 4P sudah dibuka untuk pre-order melalui JD.com dan situs DJI. Varian standar dijual CNY 3.799 atau sekitar Rp8,3 juta, sedangkan Vlog Kit dibanderol CNY 4.299 atau sekitar Rp9,4 juta.

DJI menyiapkan dua warna, Classic Black dan Pearl White. Namun untuk pasar global, belum ada tanggal pasti mengenai ketersediaannya.

Masalah terbesar justru ada di Amerika Serikat, karena Osmo Pocket 4P tidak bisa dijual secara legal di sana. DJI masih masuk FCC Covered List sejak Desember 2025, sehingga pasar AS belum punya kepastian kapan perangkat ini bisa hadir resmi.

Di saat yang sama, rival seperti Insta360 Luna Ultra juga ikut berada dalam persaingan hukum yang menekan pasar kamera saku premium. Kondisi itu membuat segmen ini terasa makin panas, tetapi juga penuh ketidakpastian bagi calon pembeli di luar Tiongkok.

Terbaru