Dipha Barus Ungkap Rahasia Kolaborasi Mulus dengan Andien di Sehidup Semusik

Author: Cung Media

Kolaborasi Dipha Barus dan Andien di album Sehidup Semusik ternyata tidak berjalan dengan banyak penyesuaian. Keduanya disebut sudah lama saling mengenal dan punya selera musik yang tumbuh dari era yang sama, sehingga proses kreatifnya terasa natural.

Dipha bahkan menyebut mereka seperti “terlahir dari frekuensi yang sama”. Dari situ, aransemen dan warna lagu di album itu bisa dirangkai tanpa hambatan berarti.

Kesamaan referensi jadi kunci kerja sama

Dalam konferensi pers di Jakarta, Dipha menjelaskan bahwa rasa nyaman saat menggarap proyek ini datang dari kedekatan yang sudah terbangun lama. Sejarah pertemanan itu membuat keduanya cepat memahami karakter musikal masing-masing.

Kesamaan referensi musik juga membuat ide-ide yang muncul lebih mudah disatukan. Bagi Dipha, fondasi itu penting karena proyek ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga soal kecocokan rasa.

Memori lama ikut hidup dalam lagu baru

Dipha sempat mengaitkan beberapa bagian lagu di album tersebut dengan ingatannya terhadap perjalanan musik Andien. Ia menyebut ada karakter yang mengingatkannya pada masa ketika Andien masih bersama grup BiruMuda saat duduk di bangku SMA.

Ia lalu berkelakar, “Ini dari tadi gue lagi intro dan lagu ke-7 jadi ingat dia jaman dulu BiruMuda,” yang disambut tawa Andien dalam sesi konferensi pers.

Andien ingin lagu ini membuat pendengar ikut berdansa

Andien mengatakan proyek bersama Dipha sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu, tetapi sempat tertunda karena agenda masing-masing. Saat akhirnya terwujud, ia merasa sentuhan Dipha menghadirkan energi yang kuat dan ceria.

Ia menggambarkan lagu Sehidup Semusik sebagai karya yang “gebyar”, bersemangat, dan menyenangkan. Harapannya, pendengar ikut terbawa suasana dan ikut berdansa saat mendengarkannya.

Album ke-9 Andien libatkan 9 produser

Sehidup Semusik menjadi album ke-9 dalam katalog musik Andien. Dalam penggarapannya, album ini melibatkan sembilan produser musik, termasuk Dipha Barus, Ali Akbar Sugiri, Clara Riva, Nikita Dompas, Lafa Pratomo, Iqbal Siregar, Kevin Queency, Kareem Soenharho, dan Abenk Alter.

Album tersebut berisi 13 lagu dengan ragam nuansa yang disusun untuk memberi warna berbeda di setiap trek. Daftarnya mencakup Intro, Naksir, Cosmic Romantic, Jatuh Pelan, Mata Ketiga (Tutto Bene), Nostalgia, Nonchalant, Sentil Kalau Nakal, Manusia Favorit, Merona Rasa, Ujung-ujungnya Kamu, Jika Nanti Kita Lupa, dan Sehidup Semusik.

Kehadiran Dipha menambah lapisan produksi yang mempertemukan karakter elektronik dengan vokal khas Andien. Kombinasi itu membuat Sehidup Semusik terasa dekat dengan perjalanan panjang Andien di industri musik Indonesia, sekaligus tetap membawa nuansa segar bagi pendengar.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru