DigiLand Run 2026 tidak hanya menjadi ajang adu cepat bagi ribuan pelari, tetapi juga panggung bagi Mills untuk menampilkan dua pesan sekaligus: performa dan keberlanjutan. Di tengah event itu, merek apparel olahraga tersebut hadir sebagai official jersey partner sekaligus memperkenalkan sepatu lari terbaru mereka, Hypercharged R26.
Sekitar 15 ribu peserta DigiLand Run disebut akan mengenakan jersey produksi Mills saat race day pada Minggu, 17 Mei. Menurut Manajer Marketing & Corporate Communications Mills, Arhan Ilham, jersey itu dibuat dari material daur ulang berbahan plastik bekas sebagai bagian dari pesan sustainability yang diusung bersama Telkomsel.
Jersey daur ulang jadi simbol kolaborasi
Arhan menjelaskan bahwa kerja sama Mills dan Telkomsel tidak berhenti pada penyediaan apparel untuk pelari. Keduanya membawa visi yang sama dalam mendorong sustainability, sehingga jersey yang dipakai peserta dirancang dengan bahan recycle.
Pernyataan itu menempatkan DigiLand Run bukan hanya sebagai lomba lari, tetapi juga ruang untuk menunjukkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Di ajang seperti ini, elemen perlengkapan peserta ikut menjadi bagian dari pesan yang ingin dibawa penyelenggara dan mitra.
Hypercharged R26 dibidik untuk pace cepat
Di sisi lain, perhatian di booth Mills tertuju pada Hypercharged R26. Sepatu ini diarahkan untuk pelari yang mengejar performa dan catatan waktu terbaik, bukan untuk lari santai.
Arhan menyebut Hypercharged R26 dibuat untuk pelari yang sudah advance dan ingin meningkatkan performa. Karakter sepatu itu disebut paling terasa saat dipakai dalam tempo cepat seperti pace 5, pace 4, hingga pace 3.
Bobotnya menjadi salah satu daya tarik utama. Untuk ukuran 42, berat Hypercharged R26 disebut berada di kisaran 150 hingga 155 gram.
Dipakai langsung di lintasan
Hypercharged R26 tidak hanya dipajang di area pameran. Mills juga menempatkan sepatu ini di lintasan melalui sejumlah pacer, elite runner, dan brand ambassador yang memakainya langsung selama DigiLand Run berlangsung.
Mills menyebut total ada sekitar 27 pacer yang menggunakan produk mereka, dan enam di antaranya memakai Hypercharged R26. Kehadiran sepatu itu di lintasan memberi gambaran nyata soal target pengguna yang dibidik oleh Mills.
Model ini dinilai lebih cocok untuk runner yang sudah terbiasa menjalani speed training atau mengikuti race kompetitif. Meski begitu, Mills masih menyebut sepatu ini bisa digunakan oleh pelari pemula.
Sudah diuji di ajang besar
Mills juga mengklaim Hypercharged R26 telah melalui pengujian di sejumlah ajang lari, termasuk marathon internasional di Boston. Dari uji tersebut, salah satu pelari mereka disebut mampu mencatat personal best setelah menggunakan sepatu itu.
Klaim itu memperkuat posisi Hypercharged R26 sebagai produk yang dipasarkan untuk kebutuhan performa tinggi. Sepatu tersebut resmi dijual mulai 14 Mei dan tersedia melalui toko offline maupun kanal online resmi Mills.
Selain Hypercharged R26, booth Mills di DigiLand Run juga menampilkan beragam perlengkapan lari lain. Produk yang dibawa meliputi jersey, celana lari, running belt, soft flask, topi, hingga koleksi sepatu lainnya, sehingga area itu berubah menjadi etalase kebutuhan pelari dengan level yang berbeda.
Source: www.viva.co.id






