Diego Forlan Ditunjuk Tangani Uruguay, Misi Pemulihan Dimulai Setelah Piala Dunia 2026

Uruguay memulai babak baru dengan langkah cepat: Diego Forlan ditunjuk sebagai pelatih kepala sementara setelah Marcelo Bielsa mundur usai kegagalan di Piala Dunia 2026. Penunjukan ini menjadi sinyal bahwa Federasi Sepak Bola Uruguay ingin segera merapikan keadaan sebelum masalah di tim nasional makin panjang.

Forlan akan memimpin La Celeste hingga Maret 2027 sambil menunggu evaluasi dari AUF. Federasi itu belum memutuskan apakah kontraknya akan diperpanjang atau diganti dengan pelatih tetap, sehingga masa kerja Forlan juga menjadi periode pembuktian.

Warisan berat dari Piala Dunia 2026

Kursi pelatih ini datang setelah Uruguay menjalani turnamen yang jauh dari harapan. Mereka hanya mengumpulkan dua poin di Grup H dan finis di peringkat ketiga, hasil yang membuat Uruguay menjadi satu-satunya wakil Amerika Selatan yang gagal menembus babak 32 besar.

Hasil itu lahir dari rangkaian laga yang tidak meyakinkan. Uruguay bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi, lalu seri 2-2 kontra Tanjung Verde, sebelum kalah 0-1 dari Spanyol.

Hasil Uruguay di Grup HLawanSkorPoin
Pertandingan 1Arab Saudi1-11
Pertandingan 2Tanjung Verde2-21
Pertandingan 3Spanyol0-10

Tugas Forlan tidak berhenti di tim senior

Selain menangani tim nasional senior, Forlan juga tetap dipercaya memimpin Uruguay U-20. Tim itu dijadwalkan tampil di Kejuaraan U-20 Amerika Selatan pada Januari 2027, sehingga ia harus membagi perhatian antara pembenahan skuad senior dan kelompok umur.

Di level senior, agenda terdekat Uruguay adalah Kualifikasi Piala Dunia 2030 pada September, Oktober, dan November mendatang. Setelah itu, masih ada sejumlah laga persahabatan internasional hingga Maret 2027 yang akan menjadi ruang uji coba bagi proyek baru AUF.

Forlan memang belum punya pengalaman panjang sebagai pelatih, tetapi ia tidak benar-benar asing di bangku teknis. Ia pernah memimpin Penarol pada 2020 selama 11 pertandingan, lalu melatih Atenas de San Carlos di divisi kedua Uruguay dalam 12 pertandingan.

Nama Forlan sendiri punya bobot besar di mata publik sepak bola Uruguay. Sebagai pemain, ia mencatat 112 penampilan internasional dan mencetak 36 gol, lalu dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2010 setelah membawa Uruguay finis di peringkat keempat.

Dengan rekam jejak itu, AUF berharap Forlan bisa mengembalikan kepercayaan diri tim dan memberi arah yang lebih jelas untuk La Celeste. Fase pemulihan ini kini menjadi penentu bagi Uruguay saat mereka menatap kualifikasi dan membangun fondasi baru menuju turnamen besar berikutnya.

Source: www.medcom.id
Terkait