Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat atau DHS kini ikut membantu penyelidikan pencucian uang di Spanyol yang menyeret nama mantan Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero. Keterlibatan lembaga AS itu menandai bahwa perkara ini berkembang menjadi penyidikan lintas negara dengan sorotan besar pada aliran dana publik internasional.
Di Spanyol, Pengadilan Tinggi menyebut Zapatero sedang diselidiki atas dugaan memimpin jaringan yang melakukan influence-peddling dan pencucian uang. Kasus ini langsung menambah tekanan pada pemerintah berhaluan kiri di Madrid yang sebelumnya sudah dibayangi sejumlah skandal korupsi.
Peran DHS dalam penyelidikan
Juru bicara DHS mengatakan kantor Homeland Security Investigations atau HSI di Madrid membantu Kepolisian Nasional Spanyol dalam penyelidikan atas pencucian dana publik internasional. HSI, menurut juru bicara itu, tetap berkomitmen bekerja bersama mitra internasional untuk memerangi kejahatan global dan menegakkan supremasi hukum.
Dalam perintah pengadilan, Pengadilan Tinggi menyebut HSI mengekstrak informasi dari perangkat seluler milik Rodolfo Reyes. Sosok itu terkait dengan Plus Ultra dan juga sedang diselidiki, sebelum informasi tersebut diserahkan kepada polisi Spanyol.
Sorotan pada dana bantuan Plus Ultra
Fokus penyelidikan mengarah pada dugaan upaya memengaruhi persetujuan bantuan publik senilai 53 juta euro untuk Plus Ultra. Bantuan itu berasal dari dana dukungan solvabilitas Spanyol selama pandemi COVID-19, dan maskapai Spanyol tersebut menerima bailout negara pada 2021.
Hakim penyelidik Jose Luis Calama menemukan indikasi bahwa jaringan yang diduga terlibat memakai perusahaan cangkang, dokumen palsu, dan saluran keuangan yang tidak transparan. Pola itu diduga dipakai untuk menyembunyikan asal dan tujuan dana senilai 1,95 juta euro.
Zapatero membantah tuduhan
Zapatero, yang memimpin Spanyol pada 2004 hingga 2011, membantah melakukan kesalahan pada Selasa. Ia juga masih aktif di politik dan baru-baru ini terlihat hadir dalam rapat umum untuk mendukung kandidat Sosialis dalam pemilihan daerah di Andalusia.
Di tingkat internasional, Zapatero dikenal pernah bertindak sebagai mediator dengan pemerintah Venezuela untuk membantu pembebasan tahanan politik. Peran itu membuat namanya tetap punya pengaruh di lingkaran politik Sosialis Spanyol.
Tekanan politik di Madrid
Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Rabu menyatakan dukungan untuk Zapatero dan menolak menggelar pemilu dini. Di parlemen, ia menegaskan menghormati peradilan dan asas praduga tak bersalah, sambil mengatakan, “All my support for Prime Minister Zapatero”.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari oposisi. Pemimpin oposisi Alberto Nunez Feijoo menuduh Sanchez naik ke tampuk kekuasaan untuk “plunder everything” dan menyebut Spanyol dipimpin orang-orang korup.
Tekanan juga datang dari sekutu kiri Sanchez. Gabriel Rufian dari partai Catalan ERC mempertanyakan batas antara lobi dan influence-peddling, sehingga kasus ini tidak hanya menjadi perkara hukum, tetapi juga ujian politik bagi pemerintahan di Madrid.
