Dhinda Tahan Lawan Sampai 29-29, Indonesia Lalu Tertinggal 1-2 dari Taiwan

Tim Uber Indonesia sempat membuka laga dengan hasil positif, tetapi situasi berubah cepat saat menghadapi Taiwan di Forum Horsens, Denmark. Setelah unggul lebih dulu, Indonesia justru tertinggal 1-2 usai Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah dramatis dari Lin Hsiang Ti pada partai ketiga.

Kekalahan itu terasa menyakitkan karena duel berlangsung sangat ketat hingga angka terakhir. Dhinda bahkan memaksa pertandingan masuk ke skor musuh 29-29 sebelum akhirnya pengembaliannya dinyatakan keluar arena dan menutup laga dengan kekalahan 29-30.

Indonesia sempat punya kans besar

Harapan Indonesia muncul dari partai pertama ketika Putri Kusuma Wardani meraih kemenangan. Hasil itu sempat membuat tim berada di jalur yang ideal untuk mengamankan poin awal dan menekan Taiwan sejak awal pertandingan grup.

Namun, momentum tidak bertahan lama. Setelah ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal menambah keunggulan, beban pertandingan bergeser ke tunggal putri ketiga yang diisi Dhinda.

Dhinda kesulitan di gim pembuka

Lin Hsiang Ti tampil lebih stabil sejak awal dan langsung mengontrol jalannya gim pertama. Tekanan dari variasi bola silang membuat Dhinda berada dalam posisi tertinggal 6-11 saat interval.

Sesudah jeda, Dhinda belum mampu keluar dari tekanan lawan. Beberapa kesalahan membaca arah bola membuatnya tak bisa mengejar ritme permainan, lalu gim pertama berakhir 10-21 untuk wakil Taiwan.

Perlawanan muncul di gim kedua

Situasi berubah ketika gim kedua dimulai. Dhinda tampil lebih agresif dan berani masuk ke reli panjang, lalu perlahan mengejar ketertinggalan hingga sempat unggul 16-12 setelah sebelumnya tertinggal 7-11 di interval.

Pada fase itu, Indonesia terlihat punya peluang untuk memaksa laga menuju gim penentu. Permainan Dhinda juga tampak lebih hidup, terutama saat ia mampu menjaga tempo dan tidak memberi banyak ruang bagi Lin untuk mengatur serangan.

Jeda medis mengubah arah pertandingan

Saat Dhinda memimpin empat poin, Lin meminta bantuan medis dan pertandingan sempat berhenti. Momen tersebut mengubah ritme laga karena setelah permainan dilanjutkan, Lin langsung merebut tujuh poin beruntun dan berbalik unggul 19-16.

Dhinda masih berusaha mengejar dan membuat pertandingan berjalan sangat ketat. Duel kemudian berkembang menjadi pertarungan panjang yang menegangkan, dengan kedua pemain saling menyalip angka hingga skor imbang 29-29.

Di poin penutup, Dhinda gagal mengamankan reli penting karena pengembaliannya keluar arena. Kekalahan 29-30 itu memastikan Taiwan berbalik unggul 2-1 atas Indonesia dalam laga perebutan juara Grup C Piala Uber.

Sisa laga jadi penentu nasib Indonesia

Kondisi tersebut membuat Indonesia wajib menang di dua partai terakhir jika ingin membalikkan keadaan. Fokus kini mengarah ke sektor ganda putri yang turun pada partai keempat untuk menjaga peluang tim tetap hidup.

Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum dijadwalkan menghadapi pasangan Taiwan, Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun. Hasil pertandingan itu menjadi penentu penting bagi Indonesia untuk tetap membuka jalan menuju kemenangan dalam laga grup ini.

Pertemuan dengan Taiwan menunjukkan betapa tipisnya jarak kekuatan kedua tim di Grup C. Indonesia sempat berada di atas angin, tetapi dua partai berikutnya mengubah arah pertandingan dan membuat situasi tim Uber Indonesia kini berada dalam tekanan besar.

Terkait