Destiny 2 Masuk Fase Terakhir, Bungie Kini Hanya Kejar Bug Besar

Author: Cung Media

Bungie tampaknya sudah memasuki fase paling akhir untuk dukungan aktif Destiny 2. Studio itu kini menyiapkan rangkaian hotfix terakhir sambil merapikan patch notes sebelum fokus bergeser ke pemeliharaan server agar gim tetap bisa dimainkan.

Perubahan ini datang saat Destiny 2 sedang berada dalam masa transisi besar. Setelah Bungie mengumumkan bulan lalu bahwa pengembangan untuk looter shooter live-service yang hampir berusia satu dekade itu akan berakhir dengan pembaruan konten final bertajuk Monument of Triumph pada 9 Juni, perhatian studio kini tertuju pada bug yang masih tersisa.

Hotfix terakhir mulai disusun

Manajer komunikasi Destiny 2, Dylan “dmg04” Gafner, mengatakan di media sosial bahwa tim sudah masuk ke “last string of hotfixes”. Ia juga menyebut Bungie sedang mendekati “final delivery of patch notes” saat tim menutup bug dan menyesuaikan detail terakhir.

Gafner menambahkan bahwa tim berusaha menghapus sebanyak mungkin bug yang masih tersisa. Perbaikan bug pada ability disebut akan hadir pekan depan, lalu sejumlah hal lain akan disentuh dalam pembaruan berikutnya.

Tidak semua laporan akan dikejar

Bungie tidak akan mengejar semua masalah yang masuk. Gafner menyebut sebagian bug bisa saja dibiarkan karena alasan “risk” atau karena masuk prioritas “triage” sebelum studio benar-benar meninggalkan Destiny 2.

Masalah yang berpotensi memicu persoalan baru, perubahan keseimbangan yang dinilai rendah prioritas, perbaikan untuk glitch visual pada perlengkapan, serta penyesuaian playlist PvP termasuk jenis hal yang kemungkinan tidak akan disentuh. Ruang perbaikan Bungie kini semakin sempit seiring berakhirnya dukungan aktif.

Bug besar masih jadi target utama

Meski begitu, Bungie tetap menargetkan masalah yang lebih serius. Salah satu contohnya adalah teknik pada Titan Ward of Dawn portabel yang baru, yang memungkinkan pemain mendorong raid boss keluar dari peta, serta strategi rusak lain yang memengaruhi PvE dan PvP.

Setelah update final gim dirilis, yang waktunya masih belum ditentukan, patch berikutnya akan dibatasi untuk masalah besar seperti crash massal. Jika gangguan besar muncul setelah itu, Gafner mengatakan Bungie kemungkinan akan memilih menonaktifkan item, ability, atau penyebab lain yang memicu masalah tersebut.

Sinyal akhir untuk dukungan aktif Destiny 2

Gafner juga menegaskan bahwa Bungie tidak akan mengabaikan laporan pemain. Namun, ia mengakui kemampuan tim akan terbatas, meski tetap akan berusaha membantu semaksimal mungkin.

Pernyataan itu memperjelas bahwa Destiny 2 sedang mendekati fase paling final dalam siklus dukungannya. Bungie masih ingin menjaga game tetap stabil, tetapi prioritasnya kini bergeser ke perbaikan yang paling mendesak saja.

Bagi pemain, situasi ini menandai perubahan besar pada salah satu live-service shooter paling panjang umur dari Bungie. Setelah bertahun-tahun menerima pembaruan rutin, Destiny 2 kini bergerak menuju era yang lebih terbatas, dengan server maintenance sebagai fokus utama setelah patch terakhir benar-benar rampung.

Terbaru