Ducati Indonesia membawa DesertX V2 ke Tanah Air dengan ubahan besar yang menyentuh hampir seluruh sektor teknis. Hasilnya, motor adventure ini tidak lagi sekadar pembaruan model, tetapi terasa seperti paket yang benar-benar dikalibrasi ulang untuk konsumen premium.
Penyegaran itu datang dengan pendekatan yang jelas: membuat motor lebih siap dipakai di medan berat, tetapi tetap enak dikendarai di jalan raya. Ducati menempatkan DesertX V2 sebagai bagian dari upaya memperkuat portofolio di Indonesia, sekaligus menjaga kebutuhan para Ducatisti tetap terlayani.
Dibangun dari karakter medan ekstrem
DesertX V2 lahir dari DNA yang dikaitkan Ducati dengan ajang-ajang berat seperti Enduro Erzbergrodeo di Austria, Rally of Albania, Rally Transanatolia, hingga NORRA Mexican 1000 Rally. Keterkaitan itu memberi gambaran bahwa motor ini disiapkan untuk menghadapi rute yang tidak ramah kompromi.
Meski membawa nama DesertX, ubahan teknisnya cukup dalam. Ducati membenahi detail penting agar motor terasa lebih stabil, lebih ringan dikendalikan, dan lebih presisi saat dipakai dalam berbagai kondisi jalan.
Rangka monokok dan tangki yang lebih ramping
Perubahan paling menonjol ada pada rangka monokok yang diklaim memudahkan akses ke komponen jantung pacu. Struktur ini juga disebut membantu mengurangi bobot sekaligus membuat handling lebih presisi.
Ducati menyebut sasis monokok memberi stabilitas lebih baik saat motor melaju kencang. Tangki bensin juga didesain ulang agar lebih ramping, sehingga pengendara punya ruang gerak yang lebih leluasa saat bermanuver.
Kombinasi pelek 21 inci di depan dan 18 inci di belakang tetap dipertahankan untuk mendukung karakter adventure. Ban Pirelli Scorpion Rally STR dipilih agar motor bisa tetap kompeten di berbagai kondisi jalan.
Mesin V2 890 cc yang lebih ringan
Di sektor dapur pacu, DesertX V2 mengandalkan mesin dua silinder V2 890 cc. Ducati mengklaim unit ini sebagai mesin paling ringan di seluruh lini produknya.
Mesin itu menghasilkan tenaga maksimum 110 Hp dan torsi puncak 92 Nm. Karakternya dipadukan dengan setelan rasio gigi khusus untuk kebutuhan adventure.
Empat gigi pertama dibuat lebih pendek agar motor lebih mudah melewati rintangan. Sementara itu, gigi keenam dibuat lebih panjang untuk membantu efisiensi bahan bakar dan memberi kenyamanan saat motor dipacu lebih cepat.
Mode berkendara untuk jalan raya dan jalur tualang
DesertX V2 juga dibekali Riding Mode yang cukup lengkap. Pengendara bisa memilih Sport, Touring, Urban, Enduro, Rally, atau Wet sesuai kebutuhan permukaan jalan dan karakter rute.
Fitur itu membuat motor lebih fleksibel saat berpindah dari jalan aspal ke medan yang lebih berat. Ducati menempatkannya sebagai bagian dari upaya menghadirkan kontrol yang lebih baik di berbagai situasi berkendara.
Layanan purnajual ikut diperkuat
Bersamaan dengan peluncuran model ini, Ducati Indonesia juga mengumumkan lokasi diler dan bengkel resmi baru. Fasilitas tersebut kini berada di Jl. RC. Veteran Raya No. 68, Tanah Kusus, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Lokasi baru itu berfungsi sebagai pusat layanan purnajual, mulai dari perawatan, perbaikan, pembelian aksesori, hingga suku cadang resmi. Ducati menyebut relokasi flagship store ke kawasan Pondok Indah sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman kepemilikan pelanggan.
Source: www.zigwheels.co.id






